
DENPASAR – Demi mengejar prestasi lolos sebanyak-banyaknya di PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut), Pengprov FORKI memprroyeksikan akan mengirimkan full team pada pra-PON yang rencananya dihelat pada Agustus mendatang di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Namun semuanya masih menunggu kepastian dan kejelasan pada Kongres PB FORKI yang rencananya juga dihelat pada Juni sesuai kalender kegiatan PB FORKI.
Seperti diutarakan Ketua Umum Pengprov FORKI Bali Armand Setiawan Wulianadi, soal persiapan juga sudah dibahas dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) FORKI Bali yang telah digelar pada Sabtu (1/4/2023) di Teman Joger Luwus Tabanan.
“Semua sudah kami persiapkan termasuk rencananya mengikuti kejuaraan Indonesia Martial Art Games (IMAG) yang rencananya dilangsungkan Juni 2023 di Solo. Nanti jika ada kelas senior akan kami ikutikan para atlet pra-PON sebagai ajang pemanasan sebelum akhirnya turun di pra-PON tahun 2023,” tutur Armand Setiawan di Denpasar, Minggu (2/4/2023).
Diakui pria yang akrab disapa Armad Joger itu, untuk sementara ini tim masih berstatus tim bayangan dan masih dalam tahap promosi degradasi sampai nantinya akan terbentuk tim definitif setelah kejuaraan IMAG tersebut.
“Pastinya semua sudah dirancang dengan bagus sesuai hasil Rakerprov dan rencananya memang kami akan turun full team di pra-PON nanti yang mempertandingkan 15 nomor. Kami tidak ada target emas di pra-PON atau lolos dulu sebanyak-banyaknya karateka putra dan putri Bali, baru target emas kami tancapkan di PON tahun 2024 mendatang,” tegas Armand Setiawan.
Dirinya mengaku jika FORKI Bali masih menunggu hasil Kongres PB FORKI terkait dengan batasan umur yang ditentukan nantinya. Karena ini juga penting dalam mengatur taktik dan strategi. Termasuk apakah karateka putri Bali peraih medali emas di PON Papua tahun 2021 silam, Coki bisa turun.
“Ini yang masih kami tunggu. Jika batasan usia masih masuk maka Coki masih bela Bali jika batasan usia ternyata Coki lebih ya bagaimana lagi,” tutup Armand. (ari/jon)








