
BADUNG.- KONI Badung memastikan akan mencairkan sisa bonus atlet yang belum diberikan kepada para atlet Badung peraih medali pada Porprov Bali XV/2022 atau Porprov Gotong Royong Bali.
Bonus yang dicairkan sebelumnya masih 33 % dan sisanya dianggarkan pada RAPBD Badung tahun 2023, serta Maret tahun 2023 ini dicairkan serta diterima para atlet peraih medali untuk Badung. Total sisa bonus 67 % yakni Rp17 milyar lebih.
Menurut Ketua Umum KONI Badung Made Nariana didampingi Sekretaris Made Sutamabonus juga diberikan kepada pelatih/official dan manager.
“Semua atlet peraih medali baik emas, perak dan perunggu termasuk para pelatih/ofisial segera menandatangani kuitansi tanda terima ke KONI Badung. Dengan demikian dana segera dikirim melalui rekening masing-masing kepada yang berhak menerimanya,” tutur Made Nariana diamini Made Sutama di KONI Badung, Rabu (29/3/2023).
Diakuinya untuk rincian bonus emas perorangan Rp70 juta, perak Rp25 juta dan perunggu Rp12.500.000. Penghargaan bonus yang diberikan Bupati Badung lanjut Nariana membuat atletnya cukup menggembirakan di tengah kondisi keuangan yang sebelumnya sangat memprihatinkan.
Karena keuangan Pemkab Badung kini sudah membaik, Bupati Nyoman Giri Prasta menaikkan bonus atlet sehingga memberikan semangat baru kepada para olahragawan itu berjuang di medan Porprov Bali.
Di bagian lain Nariana menjelaskan, dana pembinaan kepada cabang olahraga di tahun 2023 ini akan diturunkan sekitar awal April 2023.
Dana itu diharaplan dapat meningkatkan volume pelatihan atlet menghadapi pra-PON dan PON 2024. Bagi atlet yang tidak terpilih ke PON, tetap diminta latihan dengan serius guna menghadapi Porprov Bali tahun 2025. Badung masih berharap menjadi juara umum ke-10 kalinya dalam Porprov Bali 2025.
“KONI Badung akan berjuang lebih keras lagi, sehingga anggaran KONI tahun 2024 dapat dinaikkan. Pasalnya diprediksi atlet Badung akan banyak lolos ke PON. Bupati juga biasanya akan memberikan uang saku kepada setiap atlet yang turun di PON Sumatra Utara (Sumut) dan Aceh, seperti pada PON-PON sebelumnya,” tutup Nariana yang juga mantan Ketua Umum KONI Bali itu. (ari/jon)








