
DENPASAR – Demi gelaran Sirkuit Nasional (Sirnas) B di Bali, pihak PP PBSI melakukan survey ke beberapa GOR di Bali diantaranya GOR Lila Bhuana, GOR Anugerah Denpasar. Sirnas B sendiri merupakan kejuaraan level nasional untuk usia dini dan pemula.
“Saya sudah meminta tolong pengurus lain menemani pengurus PP itu karena saya ke Jakarta untuk rapat Dewan Pengawas (Dewas) PP PBSI. Kami persilahkan PP PBSI ke beberapa GOR untuk menilai mana yang lebih tepat untuk digunakan Sirnas itu,” tutur Ketua Umum Pengprov PBSI Bali Wayan Winurjaya saat dihubungi, Selasa (14/3/2023).
Sirnas itu digelar di Bali merupakan nilai positif terutama untuk para pebulutangkis belia di Bali karena bisa melihat langsung bagaimana permainan pebulutangkis muda berlaga dengan kemampuannya masing-masing.
“Dengan demikian para pebulutangkis muda di Bali bisa menyerap teknik para pebulutangkis luar Bali. Selain itu para pelatih yang ada juga bisa mengarahkan para pebulutangkis muda di Bali bagaimana cara berlaga di sebuah kejuaraan level nasional,” tegas Winurjaya.
Khusus bagi pebulutangkis yang ambil bagian bisa lanjutnya, kian bersemangat menghadapi pebulutangkis luar Bali yang tangguh. Pastinya akan ada hikmah positif yang bisa diambil dari kejuaraan tersebut.
“Saya harap pebulutangkis di Bali yang ikut berlaga agar pantang menyerah dan selalu termotivasi. Harus tampil habis-habisan dan menunjukkan performa terbaik agar mampu memberikan hasil yang bagus,” harap Winurjaya.
Sirnas itu sendiri dimintanya agar tak di sia-siakan oleh pebulutangkis Bali karena bisa untuk dijadikan tolok ukur terkait teknik dan fisiknya, setelah melakoni latihan rutin di klubnya masing-masing.
“Tunjukkan permainan dengan segala kemampuan serta berikan perlawanan ketat dan semoga meraih apa yang menjadi keinginan kita bersama,” pungkas Winurjaya. (ari,dha)








