
DENPASAR – KONI Bali bertekad akan mempersiapkan kontingennya dengan benar-benar serius pada PON XXI/2024 yang dihelat di dua provinsi yakni di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut). Para cabang olahraga (cabor) yang lolos PON juga diminta nantinya agar menjaga kondisi fisik dan situasi yang ada.
Menurut Sekretaris Umum (Sekum) KONI Bali Nyoman Yamadhiputra, semua itu tujuannya untuk antisipasi jarak kabupaten di Aceh maupun di Sumut cukup jauh, sehingga membutuhkan kondisi dan kebugaran fisik prima.
“Kalau di Aceh ada empat kabupaten utamanya menjadi helatan pertandingan yakni Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Tengah dan Sabang. Jaraknya cukup lumayan jauh antar kabupaten itu. Contohnya dari Aceh ke Aceh besar saja membutuhkan 6 jam perjalanan kalau ke Sabang naik kapal Feri sekitar satu jam apalagi penyeberangan juga terbatas. Belum lagi ke kabupaten penyangganya,” tutur Yamadhiputra di KONI Bali, Rabu (8/2/2023).
Sementara di Sumut lanjut pria yang juga Ketua Umum Pengprov FOPI Bali itu, terdapat empat kabupaten juga sebagai venue pertandingan yang tak lain, Medan, Binjai, Tebing Tinggi dan Deli Serdang dengan kabupaten atau daerah penunjang lainnya seperti Aceh.
“Inilah yang kami minta agar para atlet agar nenpersiapkan fisiknya dengan baik usai melakoni pra-PON dan lolos PON. Sejatinya tak jauh beda sih gelaran PON di Aceh dan di Sumut dengan di Papua. Tapi in ikan pertama kalinya PON dihelat di dua provinsi dengan jarak seperti yang saya sebutkan tadi,” terang Yamadhiputra yang juga Ketua Harian Perisai Diri (PD) Bali tersebut.
Dengan dasar kebugaran fisik bagus bagi para atlet akan lebih memudahkan dalam melakukan recovery beberapa hari sebelum akhirnya turun di laga yang sebenarnya. “Ini permintaan kami yang tujuannya juga dei atlet Bali sendiri,” pungkas Yamadhiputra. (ari/jon)








