
DENPASAR – Meski belum dipastikan waktu helatan pra-PON cabang olahraga (cabor) catur namun gambaran sistim dan berapa penghuni tim yang harus diisi pecatur.
Sementara ini untuk sistim pastinya untuk satu provinsi akan diwakili dua tim yakni putra dan putri dengan masing-masing tim dihuni 6 pecatur, yakni 6 pecatur putra dan 6 pecatur putri. Hanya informasi belum resmi antara pra-PON putra dan putri gelarannya dengan waktu yang berbeda.Semua itu diutarakan Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov Percasi Bali, Putu Widhiari.
Diakuinya, meski belum pasti helatan pra-PON untuk putra tapi putra akan bertanding lebih dulu setelah itu untuk babak play off putra dilakukan bersamaan dengan dilangsungkannya pra-PON putri.
“Kapan pastinya pra-PON digelar belum kami terima, yang jelas untuk pra-PON putra lebih dulu dengan menggunakan model zone dan ada 5 zone. Bali sendiri untuk putra dengan kekuatan 6 pecatur masuk di zone Kalimantan. Ya setidaknya Bali bersama Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan,” kata Widhiari di Denpasar, Selasa (7/1/2023).
Sedangkan untuk bisa lolos ke PON nanti untuk putra lanjutnya, maka tim perwakilan provinsi harus menempati ranking pertama di zoe tersebut yang dilihat dari pengumpulan poin. Sedangkan untuk ranking II dan III akan dilakukan play off. Babak play off akan dilangsungkan bersamaan dengan pra-PON putri nantinya.
“Kalau pra-PON putri nantinya tidak ada zone dan bertanding langsung dengan sistin pairing juga atau penentuan lawan dan akumulasi poin. Tim putri sama berjumlah 6 pecatur di setiap perwakilan provinsi. Ya harapan kami nantinya pecatur putra dan putri Bali lolos semua ke PON 2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut),” tambah Widhiari.
Menyoal provinsi rival, kalau putra karena berada di zone Kalimantan maka Kalimantan Timur utamanya harus diwaspadai, sedangkan putri rival utamanya pecatur dari Pulau Jawa. (ari/jon)








