
DENPASAR – Memprihatinkan. Itulah kata yang tepat diberikan cabang olahraga (cabor) atletik. Ya, ini karena cabor itu di setiap PON selalu memberikan sumbangan medali emas.
Tapi ironisnya pada persiapan pra-PON 2023 dan PON 2024, atletik justru terkendala venue latihan. Lantaran dua lokasi yang biasanya digunakan harus steril karena dipergunakan untuk persiapan Piala Dunia U-20 tahun ini.
Dua lokasi itu tak lain Stadion Ngurah Rai dan Stadion Kompyang Sujana. Kedua venue yang terletak di Denpasar dan sering dijadikan lokasi latihan terpusat selama ini itu terpaksa tidak bisa digunaan sebab harus disteril untuk Piala Dunia U-20. Akibatnya harus mencari venue alternatif lainnya untuk dijadikan tempat latihan.
Saat dikonfirmasi, Ketua Umum KONI Bali IGN Oka Darmawan menguturakan jika persoalan atletik itu sudah dicarikan solusinya, serta telah memanggil pengurus maupun pelatih atletik. Nantinya KONI Bali akan memberikan rekomendasi kepada pemerintah kabupaten ataupun KONI daerah masing-masing yang memiliki venue untuk latihan atletik.
“Seperti di Buleleng, Tabanan, dan Badung. Contoh saja saat Porprov Bali XV lalu kan atletik digelar di sana, logikanya bisa saja latihan terpusat di Buleleng. Nanti tergantung PASI Bali juga dimana lokasi yang dipilih, bisa satu lokasi atau beda lokasi sesuai dengan nomor di atletik,” jelas Oka Darmawan di Denpasar, Selasa (7/2/2023).
Diakuinya, sesuai aturan, KONI Bali tetap tunduk dengan kebijakan nasional seperti halnya sterilisasi lokasi Stadion Ngurah Rai maupun Stadion Kompyang Sujana. Hanya saja bila tidak dicari jalan keluarnya tentu akan menghambat persiapan pra-PON ataupun PON.
“Pasti ada jalan keluarnya dan selama ini memang seperti itu sejak dua stadion itu digunakan sebagai venue Piala Dunia U-20. Terbukti dalam Porprov Bali XV/2022 lalu kegiatan tetap bisa dilangsungkan,” tutup Oka Darmawan. (ari/jon)








