
KLUNGKUNG – Isu politisi Ketut Mandia bergabung dengan Gerindra di Klungkung akhirnya terjawab. Politisi asal Dusun Sente, Desa Pikat,Kecamatan Dawan ini ternyata sudah mengantongi kartu tanda anggota (KTA) Gerindra.
Masuknya Mandia ke Gerindra menyebabkan ketatnya persaingan perburuan kursi DPRD Bali untuk Dapil Kabupaten Klungkung. Kabupaten Klungkung mendapatkan tiga jatah kursi di DPRD Bali.
Mandia,mantan politisi PDIP ini,di hadapan wartawan, Senin (6/2) menyatakan, sejak Sabtu (4/2) resmi bergabung dengan Gerindra. Ia juga mengaku sudah mengundurkan diri secara resmi dari PDIP sejak Senin (6/2).
Mantan calon wakil bupati Klungkung yang diusung PDIP pada Pilkada 2018 ini juga mengaku rencananya dirinya bakal diplot menjadi bakal calon legislatif (bacaleg) untuk di DPRD Bali.
“Saya dengarnya sih begitu (jadi bacaleg), astungkara dapat jalan dan kembali bisa memfasilitasi aspirasi masyarakat Klungkung,” kata Mandia.
Mandia enggan menjelaskan alasan dirinya memilih keluar dari PDIP yang sudah membesarkan namanya. Ia hanya mengatakan, ia memilih berlabuh dengan partai besutan Prabowo Subianto itu, karena Gerindra memberikan kepercayaan kepada dirinya.
“Selama ini komunikasi saya dengan teman-teman di Gerindra berjalan cukup baik dan Gerindra memberikan kepercayaan kepada saya untuk ikut bergabung,” ujarnya seraya mengatakan komunikasi dengan kader PDIP pun masih dijalinnya.
Masuknya Mandia ke kubu Gerindra menjadi tantangan tersendiri bagi PDIP. Betapa tidak, ancaman kehilangan 1 kursi di DPRD Bali membayangi partai berlambang banteng moncong putih itu.
Saat ini PDIP merebut dua kursi di DPRD Bali, dengan menempatkan dua kadernya yakni Tjokorde Gede Agung dan Ni Luh Kadek Dwi Yustiawati. Sedangkan Gerindra menempatkan 1 wakilnya yakni Ketut Juliarta.
Pada Pemilu 2024, PDIP sudah memastikan bakal memasang Bupati Klungkung saat ini Nyoman Suwirta menjadi salah satu bakal caleg untuk di DPRD Bali. Selain incumbent Tjokorde Gde Agung dan satu kuota perempuan.
Sedangkan Gerindra bakal menempatkan Ketut Mandia dan Ketut Juliarta bertarung merebut kursi DPRD Bali pada Pemilu 2024. Gerindra berkeinginan bisa merebut dua kursi di DPRD Bali, seperti pada Pemilu 2019 lalu. Sebaliknya,PDIP juga bakal berusaha keras mempertahankan dua kursi di DPRD Bali.
“Namanya PDIP Perjuangan, semua kader wajib berjuang, kalau sekarang dapat 2 (kursi)kita berjuang agar dapat tambahan kursi,” kata Ketua DPC PDIP Klungkung Anak Agung Gde Anom ketika diminta komentarnya terkait bergabungnya Mandia ke Gerindra.
Bagi Gung Anom sapaan akrabnya, kader PDIP pindah partai sudah terlalu sering dialami oleh PDIP. Hal itu dianggap hal biasa oleh kader senior asal Lingkungan Mergan, Semarapura Kelod Kangin ini.
“Itu baru satu yang keluar, bagi PDIP keluar 10 orang tidak jadi masalah. Karena banyak juga yang mau gabung dengan PDIP,” katanya.
Gung Anom optimis bisa mempertahankan dua kursi di DPRD Bali pada Pemilu 2024. Alasannya, karena kader yang akan ‘diadu’ untuk di DPRD Bali semua kader potensial. (yan)








