
DENPASAR – Ketua Bawaslu Bali, Ketut Ariyani dalam menghindari konflik dalam pelaksanaan Pemilu, pihaknya telah memiliki Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang telah di launching di akhir Desember kemarin, di masing–masing daerah. Menurutnya masing-masing daerah, lanjutnya, memiliki indeks kerawanan yang berbeda-beda.
“Dalam menghindari konflik dalam pelaksanaan Pemilu, kami di Bawaslu punya IKP yang baru di launching akhir desember, dengan IKP ini kami memetakan kerawanan terhadap potensi pelanggaran Pemilu,”ujar Ariyani.
Srikandi Bawaslu Bali ini juga menjelaskan bahwa jajarannya memiliki tugas untuk mencegah terjadinya konflik dalam penyelenggaraan Pemilu.
Saat ini pihaknya mengaku telah melakukan identifikasi potensi – potensi pelanggaran dan konflik yang mengkin terjadi, identifikasi ini juga akan menjadi indikator dalam menganbil Langkah – Langkah antisipasi, sehingga potensi konflik dapat diredam sedini mungkin.
“Tugas kami mencegah secara maksimal agar tidak terjadi konflik. Pada setiap tahapan Pemilu yang dilakukan oleh KPU, pasti selalu ada potensi pelanggaran, sehingga kami mengidentifikasi potensi pelanggaran dan mengambil langakah – langkah untuk mengantisipasi sehingga potensi pelanggaran tersebut dapat diredam sedini mungkin,” pungkas Mantan Panwas Buleleng tersebut.
Selain Bawaslu, acara tersebut juga dihadiri oleh Perwakilan Kepolisian Daerah Bali, Perwakilan Kejaksaan Tinggi Bali, Perwakilan Militer 163 Wirasatya, Perwakilan Badan Intelejen Negara Daerah Bali, Perwakilan Polisi Pamong Praja Bali. (arn/jon)








