
BULELENG – Serangkaian peringatan Hari Suci Imlek Tahun 2574 Konsili, Pemkab Buleleng bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buleleng menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas agama.
Selain menyatukan visi dan pemahaman terkait hari suci yang akan diperingati, rakor melibatkan pimpinan majelis agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) diharapkan dapat memperlancar kegiatan keagamaan sekaligus mencegah terjadinya gangguan kamtibmas.
“Melalui rakor ini kita harapkan komunikasi dan koordinasi lintas agama dapat ditingkatkan sehingga persoalan yang mungkin mengganjal, khususnya serangkaian peringatan hari suci keagamaan dapat segera diatasi dan tidak sampai mengganggu kelancaran ibadah yang dilaksanakan,” tandas Kepala Kemenag Kabupaten Buleleng, Made Subawa usai rapat di Aula Kemenag Buleleng, Kamis (19/1/2023).
Senada dengan Kepala Kemenag Buleleng, Gede Made Metera selaku Ketua FKUB Kabupaten Buleleng mengungkapkan selain paparan terkait rangkaian acara peringatan Hari Suci Imlek Tahun 2574 Kongzili yang jatuh pada tanggal 22 Januari 2023, pada rakor yang difasilitasi Kemenag dan FKBP Kabupaten Buleleng juga disampaikan beberapa persoalan yang mungkin dapat menjadi ganjalan.
“Pada rakor yang dihadiri ketua majelis agama, kita diskusikan bersama beberapa persoalan yang disampaikan serangkaian hari raya yang diperingati untuk mendapatkan solusi terbaik,” tandasnya.
Dari kegiatan dan persoalan yang dipaparkan Tjie Su Liong selaku Ketua Majelis Agama Konghucu, seluruh majelis agama menyatakan dapat memahami dan berkomitmen menyukseskan peringatan Hari Suci Imlek yang akan dilaksanakan.
“FKUB mendorong pelaksanaan ibadah umat beragama yang dilandasi kedamaian serta aturan yang ada demi terwujudnya kerukunan serta toleransi beragama di Kabupaten Buleleng,” pungkasnya. (kar,dha)








