
TABANAN – Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menimpa seluruh bangunan di areal Pura Luhur Manik Selaka di Lereng Gunung Batukau, Jatiluwih.
Kejadian tersebut diketahui, setelah warga adat Piling, Desa Mengesta, Penebel selaku pengempon hendak gotong-royong persiapan piodalan yang jatuh pada Wraspati Umanis Dungulan, Kamis (5/1/2023).
Salah satu Prajuru Adat Piling, I Ketut Astra Buana mengatakan, saye ( pengayah) bersama prajuru adat ke pura untuk melakukan persiapan piodalan, Sabtu (31/12/2022) lalu.
Mereka terkejut ketika sampai di pura yang berada ditengah hutan lereng Gunung Batukau, sudah hancur karena tertimpa pohon besar yang tumbang.
Dikatakan, beberapa pelinggih, bale piyasan dan bale pesayuban hancur tertimpa pohon besar. Belum diketahui kerugian akibat kejadian tersebut.
“Kerugian belum diketahui,” ungkapnya.
Meski demikian kata pria yang akrab dipanggil Pak Irma ini, piodalan akan tetap berlangsung. Berbagai rangkaian dilakukan seperti prosesi ngingsiran yang digelar Minggu (1/1/2023).
Terkait kejadian tersebut, kata dia juga sudah dilaporkan ke BPBD Tabanan dan rencananya Senin (2/1/2023) ini, tim reaksi cepat (TRC) BPBD akan turun melakukan evakuasi.
Kalaksa BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri dikonfirmasi terpisah membenarkan telah ada laporna masuk terkait kejadian tersebut. Pihaknya kan turun bersama tim untuk evakuasi pohon tumbang Senin ini.
“Kami sudah mendapat laporan dan sudah koordinasi, Senin besok (hari ini) tim akan turun,” ucapnya, Minggu (1/1/2023). (jon)








