
BADUNG – Kejuaraan tiga cabang olahraga (cabor) yang masuk program Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) untuk level Provinsi Bali akhirnya digelar dan resmi dibuka Rabu (14/12/2022) di GOR Mengwi, Badung.
DBON merupakan rencana jangka panjang dari Kemenpora RI dalam menyongsong Olimpiade 2036 mendatang dimana sasaran DBON ini adalah atlet pelajar.
Dalam rencana itu, kejuaraan DBON memiliki 14 cabor tapi untuk sementara digelar tiga cabor masing-masing provinsi sesuai dengan kondisi serta ketersediaan venue maupun fasilitas. Bali sendiri mempertandingkan cabor atletik, karate, serta renang.
Menurut Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Provinsi Bali, I Made Dana Tenaya didampingi Ketua Panitia I Ketut Supardanayasa, tujuan DBON dieglar guna memberikan kesempatan kepada pelajar tingkat SD hingga SMA/SMK atau sederajat dalam berkompetisi serta utamanya menjaring bibit-bibit atlet potensial untuk 10-14 tahun ke depan.
“Kejuaraan ini merupakan kerja bareng dengan Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS) Bali karena guru olahraga menjadi ujung tombak dalam pembibitan atlet cabang olahraga pendidikan. Selain itu DBON mendapat rekomendasi juga dari Disdikpora Provinsi Bali serta Disdikpora kabupaten kota di Bali,” kata Dana Tenaya diamini Supardanayasa.
Di lain pihak, Supardanayasa menambahkan, DBON di Provinsi Bali kali ini diikuti oleh 243 atlet serta ofisial dari ketiga cabang olahraga tersebut. Di cabor karate dipertandingkan kategori kata perorangan putra-putri dari SD, SMP, SMA/SMK-sederajat.
Kemudian di atletik yakni di SMA/SMK-sederajat nomor lompat jauh dan lari 100 meter putra-putri, SMP lari 80 meter putra-putri, dan SD lari 60 meter putra-putri. Dan di renang memperlombakan 50 meter seluruh gaya (bebas, kupu, dada, punggung) putra-putri dari SD hingga SMA/SMK.
“Selain melibatkan guru olahraga, dalam teknis pertandingan (wasit-juri), kami bekerjasama juga dengan unsur Pengprov cabor dalam hal ini Pengprov FORKI Bali, Pengprov PRSI Bali, dan Pengprov PASI Bali,” terang Supardanayasa.
Harapannya, kedepan DBON di Bali bisa digelar lebih banyak cabang olahraga, dengan begitu pembibitan dan penjaringan atlet dari akar rumput bisa tercover dengan baik.
Sementara dari pihak Kemenpora RI yang hadir, Suryo Agung Wibowo selaku Kasubid Pengembangan Olahraga Daerah Kemenpora RI menjelaskan untuk Provinsi Bali sendiri penyelenggaraan DBON termasuk paling akhir digelar. Karena DBON sendiri sudah serentak digelar di 34 provinsi di Indonesia.
“Itu juga tergantung situasi dan kondisi di provinsi masing-masing. Bisa setelah ujian sekolah baru dilaksanakan. Dan cabor yang dipertandingkan tergantung juga kesiapan venue dan fasilitasnya,” tutup mantan atlet lari yang mendapat julukan orang tercepat di Asia Tenggara ini. (ari/jon)








