
BULELENG – Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Buleleng masih terus terjadi dan bertambah. Sesuai laporan dari Tim Medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng, Jumat (07/8/2020) sebanyak 4 orang dinyatakan terkonfirmasi/positif terinfeksi Covid-19, sementara pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 3 orang.
Menariknya, penambahan pasien atau kasus terkonfirmasi yang terjadi empat hari terakhir, mulai mendapatkan respon masyarakat. Jika sebelumnya, sangat antipati terhadap informasi tentang Covid-19, kini warga khususnya di Kelurahan Kampung Anyar Kecamatan Buleleng justru menyesal karena tidak mendapatkan informasi sehingga penularan virus corona meningkat cukup tajam.
Menurut salah seorang warga Kelurahan Kampung Anyar Kecamatan Buleleng, Ketut Suartika, penyesalan berujung keresahan ini berawal dari penguburan jenasah pasien RSP Giri Emas oleh Tim Pemulasaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng di Setra Kayubuntil. Pemakaman jenasah warga dengan Protokol Covid-19 mengundang cemooh,ragu dan penasaran. “Karena kami tidak tahu, warga ini meninggal karena apa ? dari berita di media, dikatakan probable (meninggal dunia namun belum ada hasil test menunjukkan positif atau negatif Covid-19),” ungkapnya.
Pihak keluarga dan aparat kelurahan juga menyatakan tidak tahu, sampai akhirnya petugas dari GTPP Covid-19 Buleleng melakukan tracing. Dari tracing dan swab yang dilakukan terhadap keluarga jenasah yang dikubur tersebut, kata Ketut Suartika, hasilnya menunjukkan positif sehingga dinyatakan pasien terkonfirmasi. “Tracing terus dilakukan petugas sehingga membuat warga bingung sekaligus resah. Karena setelah ditanyakan, hasil swab terhadap jenasah yang dikubur tersebut, ternyata positif terinfeksi Covid-19,” tukasnya.
Informasi ini membuat warga bingung dan resah, kemudian kaget setelah melihat hasil swab mereka positif dan harus menjalani isolasi. “Yang kami sesalkan informasi dan keluarnya hasil swab itu lambat, sehingga warga disekitar pasien terinfeksi Covid-19 tidak tahu dan tidak melakukan upaya antisipasi. Harusnya, informasi transparan,” harapnya.

Dikonfirmasi terpisah, juru bicara (Jubir) GTPP Covid-19 Kabupaten Buleleng, Ketut Suweca mengapresiasi keluhan warga tersebut sebagai masukan bagi GTPP Covid-19 Buleleng dalam melakukan tugas pencegahan, penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19 di Kabupaten Buleleng. “Keterlambatan informasi terkait hasil swab, terjadi karena memang test swab dilakukan Balitbangkes Denpasar, sehingga GTPP Covid-19 sifatnya menunggu,” jelasnya.
Aspirasi tentang lambatnya informasi dan hasil test swab, serta penanganan pasien terkonfirmasi ini, akan ditindaklanjuti dan dikoordinasikan GTPP Covid-19 Buleleng dengan GTPP Covid-19 Provinsi Bali. “Semua yang kami lakukan ada prosedurnya dan harus ditaati,” tegasnya.
Terkait data terkini penanganan Pandemi Covid-19, Suweca yang juga menjabat Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (KaDKIPS) Kabupaten Buleleng ini memaparkan, ada penambahan 4 orang/kasus terkonfirmasi dan 3 orang pasien dinyatakan sembuh. “Hari ini, kembali ada 4 pasien dinyatakan terkonfirmasi atau positif terinfeksi Covid-19, 3 orang berasal dari Kecamatan Buleleng dan 1 orang berasal dari Kecamatan Kubutambahan,” ungkapnya.
Selain penanganan medis, Tim Medis GTPP juga melakukan tracing terhadap pihak yang memiliki kontak erat dengan pasien terkonfirmasi yang terinfeksi Covid-19 melalui transmisi lokal ini. “Tiga pasien sembuh, semua berasal dari Kecamatan Buleleng,” terangnya.(kar)








