
KUTA – Bertahun-tahun diusulkan untuk dibenahi, saat ini kondisi trotoar di Jalan Raya Kuta (wilayah Abianbase) masih saja memprihatinkan. Tidak rata, dan dihiasi banyak titik jebol di sana-sini.
Kepala Lingkungan Abianbase, Gusti Made Sukaada menuturkan, hal tersebut bukan hanya menjadi kekecewaan bagi dirinya. Melainkan juga banyak warga lainnya. Bahkan ada pula yang menjadikan itu sebagai bahan perbincangan di media sosial.
“Di media sosial sudah mulai ramai. Ada yang menanyakan, di saat semua berbenah, kenapa di Jalan Raya Kuta seakan diam? Apakah menunggu tahun 2024? Ataukah Jalan Raya Kuta ini keberadaanya bukan di Indonesia,” sebutnya, Senin (21/11/2022).
Awalnya, dia sendiri sempat mengira bahwa kondisi tersebut akan turut dibenahi serangkaian menyambut pelaksanaan KTT G20. Namun ternyata perkiraan itu salah, dan kondisi trotoar tetap saja ‘benyah latig’ hingga saat ini.
Sekretaris Camat Kuta, Made Agus Suantara mengungkapkan bahwa perbaikan terhadap trotoar tersebut memanglah sudah dari lama menjadi harapan masyarakat. Bahkan itu sudah berulang kali coba diajukan.
Namun dia menyadari, Pemerintah Kabupaten Badung sendiri tentu tidak bisa berbuat banyak. Mengingat akses bersangkutan menyandang status jalan nasional. (adi/jon)








