
KUTA – Bukan hanya bagi Bali, gelaran KTT G20 juga memberikan dampak positif bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Di antaranya seperti Jawa Barat, yang mendapatkan banyak profit berupa investasi di sektor pendidikan, energi terbarukan, dan digital.
“Jawa Barat banyak profitnya. Dapat universitas dua, investor energi terbarukan triliunan,” ungkap Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Senin (14/11/2022).
Hal itu terjadi, kata pria yang akrab disapa Kang Emil tersebut, adalab karena dirinya benar-benar memanfaatkan momentum KTT G20. Mengingat dalam hajatan internasional itu, ada banyak pengambil keputusan berbagai negara yang berkumpul di pulau dewata.
“Daripada ngundang-ngundang susah ke Jawa Barat, mendingan saya modal tiket dan hotel ke Bali. Lobi-lobi sana-sini, dapat rejeki,” ungkapnya.
Disampaikan dia, sedikitnya ada enam atau tujuh MoU yang telah disepakati. Dengan nilai, yang katanya mencapai angka triliunan rupiah. Salah satu yang dimaksudkannya itu, katanya berupa jalinan kerjasama dengan dua universits. Yakni Deakin University Australia dan Lancester University Inggris, yang akan join untuk membuka pendidikan tinggi di Jawa Barat.
“Dua universitas ini, di momen G20 ini, memberikan berita sangat baik. Mereka sudah siap akan membuka universitas/kampus di Jawa Barat. Bentuknya juga unik, adalah joint university. Dua universitas ini punya sejarah saling bekerjasama dalam pendidikan maupun riset, sehingga waktu melihat Indonesia, mereka bersepakat akan membangun kampusnya bersama dalam satu lokasi,” sebutnya.
Hal tersebut, bagi dirinya tentu merupakan hal yang menggembirakan. Karena nantinya, anak-anak Indonesia yang ingin mendapatkan pendidikan berkualitas global, cukup datang ke satu kampus.
“Kita tahu, 2045 Indonesia akan menjadi negara adidaya. Dan syarat terbesarnya adalah SDM yang harus siap. Jangan mimpi itu sering dipidatokan, sering disebut, tapi SDM-nya tidak melakukan lompatan-lompatan,” sebutnya bersama dengan Pro Vice Chancellor (Global) Lancester University Inggris, Mr Simon Guy dan Pro Vice Chancellor (International Relations) Deakin University Australia, John Molony.
Kaitan dengan itu, sebagai Gubernur Jawa Barat, dirinya memastikan setiap proses berlangsung dengan lancar. Apalagi membuka universitas asing/global di Indonesia ini merupakan suatu hal baru, setelah Undang-undang Cipta Kerja.
“Kita membantu beliau-beliau ini memproses izin secara resmi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” ungkapnya soal kampus yang ditarget dibuka pada September 2024 nanti itu.
“MoU-nya sebenarnya sudah, persiapannya di Bandung. Dan saya juga terbang ke Inggris. Tapi momentum G20 ini, mereka diminta negaranya untuk datang, sehingga nanti ada joint statement dari Australia dan juga Inggris terkait keberhasilan kerjasama di tiga negara G20 (Australia, Inggris, Indonesia),” sambungnya mengenai alasan penyampaian rencana pembangunan kampus di Jawa Barat, yang dilaksanakan di tengah momentum KTT G20 di Pulau Dewata tersebut. (adi/jon)








