
KUTSEL – Seolah tiada hentinya, anjing liar yang merupakan salah satu atensi menyambut KTT G20, kembali menjadi temuan di wilayah Kecamatan Kuta Selatan. Salah satunya di sekitar akses masuk menuju pantai dan Pura Geger, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan.
Pada Minggu (6/11/2022), total ditemukan ada 5 ekor anjing yang hidup liar pada lokasi tersebut. Sebagai tindak lanjut, 2 ekor di antaranya diangkut menuju shelter untuk dirawat sementara. Sementara 3 ekor lainnya dikembalikan ke pemilik masing-masing.
“Kepada segenap masyarakat, kami imbau agar tidak lagi meliarkan anjing di wilayah Kecamatan Kuta Selatan. Kalau mau pelihara anjing, peliharalah dengan baik. Kandangkan mereka, dan rawatlah,” sebut Camat Kuta Selatan, I Ketut Gede Arta.
Dia menjelaskan, kegiatan pemantauan dan penanganan anjing liar oleh petugas gabungan antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Trantib Kecamatan Kuta Selatan, unsur TNI, Puskeswan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan komunitas pecinta binatang.
Penanganan anjing liar dengan cara relokasi, diakui Gede Arta, belakangan ini memang menjadi atensi pihaknya bersama berbagai instansi terkait lainnya. Utamanya di sekitar jalur dan venue KTT G20. Semua anjing liar yang ditemukan, jika diketahui tanpa pemilik, maka akan langsung diangkut menuju shelter untuk dirawat.
“Anjing liar ini sudah beberapa kali menjadi temuan. Tapi selalu saja muncul yang baru. Kebanyakan di antaranya, kalau tidak anjing betina, maka itu adalah anjing sakit. Beruntungnya ada komunitas yang peduli dan bersedia untuk diajak berkolaborasi,” pungkasnya sembari mengabarkan bahwa di wilayah Kecamatan Kuta Selatan ada sejumlah shelter anjing yang dikelola oleh komunitas pecinta anjing. (adi/jon)








