
KUTSEL – Bualu sebagai salah satu desa adat penyangga kawasan Nusa Dua, bersiap melakukan pemasangan penjor menyambut perhelatan KTT G20. Dengan total yang dipasang berjumlah 492 penjor.
Bendesa Adat Bualu, I Wayan Mudita merinci, 480 di antaranya adalah penjor berukuran sedang, sedangkan 12 lainnya merupakan penjor ukuran besar. Keseluruhan biaya kaitan dengan pengadaan penjor tersebut, ditanggung Pemerintah Provinsi Bali. Untuk ukuran sedang nilainya adalah Rp2,5 juta/penjor, sementara ukuran besar Rp5 juta/penjor.
“Biaya pembuatan penjor ini diberikan Pemprov Bali. Jadi kami hanya mengerjakan,” ungkapnya dihubungi Rabu (2/11/2022).
Diakui dia, pembuatan dan pemasangan penjor bersangkutan sebenarnya diserahkan sepenuhnya Pemprov Bali kepada pihak desa adat. Yang kemudian berdasarkan hasil koordinasi bersama 8 banjar se-Desa Adat Bualu, akhirnya disimpulkan untuk menunjuk vendor.
“Pertama, rencananya pembuatan penjor ini kami serahkan ke banjar-banjar. Tapi dari banjar, menyerahkan kembali kepada kami di desa adat untuk mengatensi pembuatannya. Melihat banyak vendor dekorasi yang dikelola oleh krama Desa Adat Bualu, maka kami mohon bantuan ke krama yang mempunyai usaha dekorasi untuk membuatnya dan itu dibagi rata ke 8 vendor,” akunya.
Ratusan penjor tersebut ditarget telah terpasang pada 10 November 2022 mendatang. Dengan titik-titik penempatan yang tersebar di wilayah Desa Adat Bualu, tepatnya pada sekitar akses utama yang bakal dilalui para peserta KTT G20.
“Untuk biaya pembuatan penjor ini sudah diturunkan termin pertama yakni sebesar Rp 630 juta. Semuanya sudah dibagi merata ke vendor tersebut. Kalau proses pengerjaan, tentunya harus profesional dan sesuai dengan permintaan,” tegasnya. (adi/jon)








