
JEMBRANA – Pasca putusnya jembatan di Banjar Sekar Kejula Kelod Desa Yehembang Kauh Kecamatan Mendoyo akibat terjangan banjir bandang pekan lalu, hingga kini belum diperbaiki.
Sebagian warga yang bermukim di sana kini dihadapkan pada persoalan sulit akses keluar. Meski terdapat jalan alternatif di banjar seberang, jaraknya jauh. Warga yang hendak keluar banjar harus menempuh jarak belasan kilometer.
Tak hanya warga, kalangan siswa juga dihadapkan pada hal yang sama. Puluhan murid asal Sekar Kejula Kelod yang bersekolah di SMPN 3 Mendoyo dan SDN 7 Desa Yehembang, terpaksa menerabas sungai saat berangkat maupun pulang sekolah.
Hal ini tentunya rawan saat musim hujan seperti ini, dimana Sungai Camplung yang dilalui sewaktu-waktu bisa saja kembali banjir.
Kelian Banjar Sekar Kejula Kelod Nyoman Supardi dikonfirmasi, Rabu (26/10/2022), tak menampik pasca terjadinya banjir yang memutus jembatan penghubung empat banjar di wilayahnya, membuat warganya sedikit kesulitan beraktivitas, baik bekerja, ke pasar maupun ke sekolah hingga mencari kebutuhan sehari- hari.
Memang ada jalan lain untuk keluar desa, menuju desa di bawah, namun harus melewati beberapa banjar dan itu jarak tempuhnya lumayan jauh.
Mengenai murid yang akan berangkat sekolah menyeberangi sungai, kata dia, itu pilihan terdekat menuju sekolah, dan itu dilakukan saat air sungai sudah mengecil. Melalui alur sungai di bawah jembatan yang terputus, yang dilaluinya, itu merupakan jarak yang paling dekat menuju sekolah mereka, sehingga sebagian murid memilih menyeberangi sungai.
“Tak hanya murid sebagian warga dewasa juga menyeberangi sungai untuk keperluan ke tegalan maupun mencari keperluan lainnya. Khusus murid, tentunya melalui pengawasan bahkan ada yang diantar orang tuanya,’’ paparnya.
Disebutkan, ada sekitar 39 orang murid di tingkat SD maupun SMP di Banjar Sekar Kejula Kelod dan Sekar Kejula.
Sementara Kalaksa BPBD Jembrana Putu Agus Artana Putra mengatakan, terkait infrastruktur jembatan yang putus akibat terjangan banjir bandang, termasuk jembatan di Desa Yehemang Kauh, sudah dipetakan dan dikaji Dinas PUPR Jembrana.
“Ada 6 jembatan termasuk di Sekar Kejula yang putus, tentunya itu menjadi skala prioritas perbaikan. Untuk saat ini penanganan bencana masih pada pemenuhan kebutuhan pokok dan penyelamatan/evakuasi warga yang rumahnya terdampak kerusakan hingga terendam,” tukasnya. (ara,dha)








