
BULELENG – ‘Copy Darat’ (bertemu muka) dengan anggota grup WhatsApp (WAG) Buleleng Panji Sakti, tak hanya membuat Mangku Made Pastika lega. Mantan Gubernur Bali yang dimasukkan sebagai anggota tanpa izin oleh admin, bahkan mengapresiasi apa yang dilakukan sejumlah tokoh masyarakat seperti Nyoman Tirtawan dan Budiana sebagai langkah strategis yang perlu dikembangkan.
“Saya jadi lega, setelah bertemu langsung dan bisa berdiskusi dengan anggota grup yang ternyata tokoh semua,” ungkap Mangku Pastika usai pertemuan di Warung Bambu – Pemaron, Minggu (16/10/2022).
Pada diskusi yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia ini mengakomodir aspirasi, usul dan saran terkait suksesi kepemimpinan Bali khususnya Buleleng melalui Pemilukada Serentak Tahun 2024.
“Saya sarankan dan siap memfasilitasi penyusunan kriteria pemimpin yang dibutuhkan rakyat ke depan. Seperti mengetahui dan paham tentang sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang ada, apa yang dibutuhkan masyarakat, kewenangan serta mengetahui perkembangan kondisi global termasuk teknologi informasi saat ini, visioner,” terangnya.
Mantan Kapolda Bali ini menegaskan, kriteria pemimpin tak hanya memberi gambaran tapi juga kontrak politik antara pemilih dengan calon pemimpin. “Nanti, setelah terpilih, duduk sebagai pemimpin bisa ditagih, apa yang disepakati dalam kontrak politik. Agar tidak hanya janji-janji, tidak pernah ditepati,” tukasnya.
Melihat tantangan kedepan yang makin kompleks, pendiri SMA/SMK N Bali Mandara dan SMA Taruna Mandara ini menegaskan pemimpin tidak sekedar penguasa tapi juga harus memahami manajemen sehingga mampu mengelola SDA dan SDM untuk membuat rakyat sejahtera.”Ini baru pertemuan awal, nanti kita pertemuan lagi,” pungkasnya. (kar,dha)








