
DENPASAR – Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar kembali mendanai belasan proposal penelitian dan penciptaan seni (P2S) tahun 2022.
Proposal P2S ini merupakan bentuk skema hibah penelitian yang diselenggarakan melalui Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Pengembangan Pendidikan (LP2MPP).
Salah satu proposal P2S pemenang hibah tersebut dan didanai oleh DIPA ISI Denpasar Tahun Anggaran 2022 berjudul “Berbudi Bawa Leksana Busana Adat ke Kantor yang Modis, Terjangkau, dan Berkelanjutan” oleh Ketua Peneliti Ni Putu Darmara Pradnya Paramita beranggotakan Made Tiartini Mudarahayu dan Ni Kadek Yuni Diantari.
Tim peneliti merupakan dosen pada Program Studi Desain Mode, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Denpasar.
“Sesuai dengan bidang keahlian tim peneliti, maka hadir satu gagasan untuk menjawab fenomena ketidakpatuhan masyarakat terhadap beberapa aturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Bali, khususnya mengenai Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2018 tentang penggunaan busana adat Bali pada hari-hari yang telah ditentukan,” kata Putu Darmara Pradnya Paramita kepada WARTA BALI, Kamis (29/9/2022).
Melalui riset yang dilakukan maka dapat dirumuskan bahwa masyarakat yang tidak patuh didominasi kaum perempuan dengan faktor utama penyebab ketidakpatuhan tersebut adalah kenyamanan. Selain itu, banyak oknum pelaku industri mode di Bali yang menyalahgunakan peluang ini dengan menghadirkan busana adat dengan bahan tekstil yang diproduksi di luar Bali dengan harga yang lebih terjangkau.
“Fenomena ini tentu dapat merusak siklus produksi pelaku insutri tekstil tradisional di Bali dan akan mengganggalkan upaya pemerintah untuk mendukung perekonomian pelaku industri mode dan tekstil lokal di Bali, salah satunya melalui Pergub Bali No 79 Tahun 2018 tersebut,” ujar Darmara Pradnya Paramita.
Berangkat dari fenomena tersebut, kata Darmara, tim peneliti hadir dengan gagasan busana adat ke kantor untuk perempuan yang mengusung konsep modis (fashionable), terjangkau (affordable), berkelanjutan (sustainable) dalam 6 koleksi busana Berbudi Bawa Leksana.
Koleksi busana ini dirancang menggunakan tekstil tradisional Bali, seperti endek, rang-rang dan wastra bebali produksi penenun asal Desa Ampel dan Desa Tanglad Kecamatan Nusa penida, Desa Seraya Timur dan Desa Sidemen Kabupaten Karangasem, selain itu juga terdapat sentuhan modern pada koleksi busana melalui perpaduan tekstil linen.
Selain enam koleksi busana Berbudi Bawa Leksana, P2S oleh Ketua Peneliti Ni Putu Darmara Pradnya Paramita, bersama anggota tim l menghasilkan luaran lain. Di antaranya, Jurnal Nasional terakreditasi Sinta, koleksi busana tercatat dalam Surat Pencatatan Ciptaan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Buku Ajar yang dapat diterapkan dalam perkuliahan pada Program Studi Desain Mode maupun Kriya Tekstil, video pergelaran yang diunggah di YouTube, publikasi pada media cetak, serta diseminasi dalam bentuk pergelaran busana yang telah dilaksanakan di Plaza Renon Denpasar. (sur)








