
DENPASAR – Menyadari karena masih dipertandingkan secara eksibisi di Porprov Bali XV/ 2022, Pengprov Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Bali memastikan mempertandingkan hanya satu nomor dengan dua kategori.
Diakui Ketua Umum Pengprov ABTI Bali I Ketut Teneng di KONI Bali, meski eksibisi namun tujuan dan hasil dari Porprov ini untuk kepentingan yang lebih luas.
“Di Porprov nanti pertandingkan satu nomor yakni indoor dengan dua kategori yaitu putra dan putri. Sehingga hanya dua emas saja yang diperebutkan,” tutur Ketut Teneng, Senin (29/8/2022).
Cabang olahraga (cabor) bola tangan sendiri dipertandingkan pada 5-10 November mendatang di GOR Lila Bhuana, Denpasar. Sehingga perhelatannya mendahului dari pembukaan resminya. Kata Ketut Teneng, jadwal ini dimajukan karena GOR Lila Bhuana sendiri dipergunakan oleh banyak cabor.
Menyoal Porprov sendiri disebutkan Teneng, multi even itu juga dijadikan sebagai ajang seleksi untuk membentuk tim Bali yang dipersiapkan menuju Kejurnas pada bulan Desember mendatang. Kejurnas sangat penting diikuti karena merupakan peluang tiker menuju Pra-PON maupun PON.
“Karena kejurnas itu menjadi jalan menuju Pra-PON pada Mei tahun depan dan dicari hanya 8 besar. Jadi wajib diikuti,” urai Ketut Teneng.
Terkait Porprov Bali, ada 8 peserta yang terlibat kecuali kabupaten Karangasem yang kata Teneng masih belum ada pengurusnya. Dan untuk atlet yang terlibat diakuinya sudah memiliki KTA KONI Bali. Nantinya ke delapan tim terbagi menjadi dua grup memakai sistem setengah kompetisi. Kemudian dua tim teratas masing-masing grup berhak maju ke babak semifinal.
Selama ini barometer bola tangan masih dipegang dua kabupaten yakni Buleleng dan Tabanan. Bahkan Buleleng sendiri kata pihaknya sudah memiliki sistem kompetisi yang baik dengan melibatkan pelajar.
“Tapi saya rasa kekuatan di Porprov nanti tidak jauh beda,” tandas Teneng. (ari/jon)








