
DENPASAR – Permasalahan atlet panjat tebing putra Temi Teli Lasa yang mengajukan mutasi hengkang ke DKI Jakarta tanpa sepengetahuan Pengprov FPTI Bali maupun KONI Bali belum tuntas. Bahkan atlet panjat tebing Bali yang turun di PON XX di Papua lalu ini kabarnya sudah mengikuti even nasional tapi tidak membawa nama Bali melainkan membela DKI Jakarta. Lantas bagaimana sikap KONI Bali?
Sebelumnya, Ketua Umum Pengprov FPTI Bali Putu Yudi Atmika mengutarakan Temi Teli Lasa statusnya masih sebagai atlet Bali di bawah FPTI Bali maupun KONI Bali. Bahkan atlet ini merupakan atlet Pelatda Bali.
Ketua Umum KONI Bali IGN Oka Darmawan dan juga Binpres KONI Bali Agung Bagus Tri Candra Arka saat dikonfirmasi, masih belum mengambil keputusan. Pasalnya FPTI Bali lebih mengetahu permasalahan sebenarnya.
“Kalau soal sanksi memang belum kami jatuhkan ke atlet bersangkutan lantaran permasalahan ini masih awal sehingga kami sifatnya hanya memantau saja dulu. Tapi dalam waktu dekat ini kami pasti akan membicarakan dengan Ketua Umum FPTI Bali guna membicarakan hal ini, bersama Bidang Hukum KONI Bali,” tutur Oka Darmawan di KONI Bali, Selasa (2/8/2022).
Pastinya untuk persoalan atlet mutasi dari Bali ke provinsi lain ada proses dan mekanismenya sesuai dengan prosedur.
“Nanti kita lihat saja ke depannya bagaimana, karena semua itu wewenang berada antar cabor, baru antar provinsi,” tegas Oka Darmawan.
Di lain pihak, Agung Bagus Tri Candra Arka mengungkapkan, Pengprov FPTI Bali sempat bertemu KONI Bali baru-baru ini. Hasil dari pertemuan itu, FPTI Bali disebutkan tidak pernah sekalipun ingin melepas atletnya ke provinsi lain.
“Jika atlet bersangkutan ngotot maka FPTI Bali akan membawa permasalahan ini ke Badan Abitrase Olahraga Indonesia (BAORI),” demikian pria yang akrab disapa Gung Cok itu. (ari/jon)








