
DENPASAR – Menara telekomunikasi memiliki peranan sangat penting dalam mendorong perekonomian Indonesia. Termasuk bagi Bali, dengan pariwisata sebagai sektor andalannya.
Menyadari hal tersebut, sebagai salah satu perusahaan menara independen terbesar di Indonesia, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) terus bergerak memastikan keandalan infrastrukturnya. Agar tetap berfungsi secara optimal, apalagi di tengah situasi pariwisata yang mulai bergairah.

“Perawatan rutin kami lakukan, baik untuk yang bersifat korektif ataupun preventif. Tujuannya tiada lain, adalah untuk memastikan infrastruktur kami benar-benar well prepared dalam memberikan layanan optimal,” sebut Aset Operation TBIG Regional Bali-Nusra Putu Panji Pradipta.

Tercatat hingga 31 Maret 2022 lalu, TBIG total memiliki 20.871 sites telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia. Dari puluhan ribu menara itu, ada 39.557 tenant tersedia untuk para operator telekomunikasi. Yang lima hingga enam persen di antaranya berada di wilayah Bali – Nusra (Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur).
Meski jumlahnya terbilang tidak sedikit, Panji mengakui bahwa di wilayah Bali-Nusra masih ada yang masuk dalam kategori blank spot. Sebagai langkah pemerataan, hal semacam itu dipastikan tetap menjadi perhatian pihaknya bersama-sama dengan para operator. (adi,dha)








