
GIANYAR – Rencana pembangunan Mall Gianyar di lahan eks Hardys Gianyar akan dikaji ulang menyusul tidak adanya pihak ketiga yang bersedia menanamkan modalnya untuk investasi.
Bupati Gianyar Made Mahayastra mengatakan, dalam situasi perlambatan pertumbuhan ekonomi cukup sulit menumbuhkan iklim investasi sehingga peruntukan lahan eks Hardys tersebut akan dikaji ulang.
Ia juga mengakui sangat sulit mendatangkan investor untuk pembangunan yang tidak populis seperti membangun mall kendati sebelumnya ada beberapa inventor yang menawarkan untuk berinvestasi.
“Nanti kita kaji ulang peruntukannya untuk apa. Yang jelas, tetap mempercantik wajah kota Gianyar,” jelas Mahayastra, Kamis (28/7/2022).
Bupati Mahayastra mengatakan, kalaupun dalam kajian cocok untuk Pasar Senggol maka bisa diwujudkan.
“Kalau kajian mengarah kesana, kita bangun pasar senggol. Kita pertimbangkan limbahnya, tata kotanya tetap berjalan dan melegenda. Kita akan masukan usulan tersebut. Sementara, untuk mall pelayanan publik dikembalikan tempatnya di Kantor Perizinan Terpadu,”ucap Mahayastra.
Sebelumnya, Bupati Mahayastra menjelaskan eks bangunan Hardys sudah selesai kontrak gedung pada Januari 2021. Bahkan perencanaan terkait pembangunan Mall sudah selesai dan tinggal mendatangkan investor yang mau membangun. Bahkan bangunan eks Hardys juga sudah rata dengan tanah yang kini kondisinya sudah ditumbuhi rumput. Dalam perencanaan, pembangunan dan pengelolaan mall nantinya akan menggunakan sistem Bangun Guna Serah. Bangun Guna Serah (“Built Operate and Transfer”) adalah bentuk perjanjian kerjasama yang dilakukan antara pemegang hak atas tanah dengan investor.
Sementara, senggol yang menjadi ciri khas Kabupaten Gianyar yang menjual berbagai masakan olahan Bali kini ditempatkan di Gor Kebo Iwa dan dikelola oleh Desa Adat Gianyar. Rencananya, senggol ditempatkan di basement Pasar Rakyat Gianyar, tapi tak kujung terealisasi karena faktor teknis. (jay)








