
TABANAN – Sebagai bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat, Kodim 1619/Tabanan terus melakukan program kegiatan yang menyentuh langsung dengan kepentingan rakyat. Salah satunya akses jalan lintas kecamatan maupun desa lewat program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD). Di tahun 2022 ini, Kodim 1619/Tabanan menggelar TMMD di Kecamatan Penebel.
Di tahun 2022 ini, TMMD akan dilaksanakan di Desa Sangketan, kecamatan Penebel. Di lokasi yang berdekatan dengan Pura Luhur Muncaksari dan Tambawaras ini, Kodim Tabanan bersama masyarakat setempat akan membangun jalan tembus menuju Desa Wanagiri, Kecamatan. Jalan yang akan dibangun sepanjang 1,150 Kilometer.
Dandim 1619/Tabanan Letkol. Inf. Ferry Adianto kepada awak media mengungkapkan, pembangunan jalan tersebut sebagai upaya strategis negara khususnya TNI dalam membantu masyarakat. Apalagi jalan yang akan dibangun tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat setempat. Lokasi tersebut dikenal dengan perkebunan salak, kakao, serta tanaman lainnya. Sehingga keberadaan jalan ini nantinya bisa mempermudah dalam transportasi.
Dikatakan, jalan yang dibangun sepanjang 1,150 Kilometer tersebut juga menghubungkan dua desa di dua kecamatan berbeda. Kedua desa tersebut yakni Desa Sangketan, Kecamatan Penebel dengan Desa Wanagiri , Kecamatan Selemadeg Timur.
“Sebenarnya sudah ada jalan, terbuat dari beton, namun kondisinya sebagian besar sudah rusak dan terlalu sempit,” ungkap Dandim Ferry Adianto, Senin (6/6/2022).
Dalam TMMD yang akan dimulai akhir Juli 2022 sampai akhir Agustus 2022 ini , pihaknya bersama masyarakat dan komponen lainnya akan melakukan pelebaran jalan yang sudah ada. Selain itu juga akan dilakukan pembentonan sehingga gampang dilalui. Terpenting dengan jalan yang lebih lebar, diharapkan ketika ada dua kendaraan dari arah berlawanan bisa berpapasan.
“Karena terlalu kecil, jalan hanya bisa dilewati satu kendaraan. Sebagian jalan sudah di beton penuh, namun sebagian seperti rel kereta api. Itu yang akan perbesar dan di beton sehingga kendaraan bisa papasan,” jelasnya.
Terkait rencana tersebut, telah dikoordinasikan dengan masyarakat dan aparat di dua desa tersebut. Pembangunan yang akan dimulai akhir Juli ini diperkirakan akan menelan anggaran sebesar Rp 1,2 Miliar yang bersumber dari APBD Tabanan tahun 2022.
“Anggaranya dari APBD Tabanan, kami bersama masyarakat mengerjakan hingga tuntas,” sebutnya.
Selain pembangunan fisik, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi wawasan kebangsaan kepada masyarakat setempat terutama generasi muda untuk menjaga keutuhan NKRI.
“Selain fisik, kami juga akan menggelar kegiatan non fisik seperti sosialisasi termasuk masalah kesehatan dan kebangsaan ,” pungkasnya. (jon)








