
KLUNGKUNG – Program TMMD ke-113 menyasar tiga desa di Kecamatan Nusa Penida yang letak geografisnya berada di kepulauan kecil dan sebagian besar struktur wilayahnya merupakan batu karang dan kapur dengan lapisan tanah yang tipis.
Menurut Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav Antonius Totok YP, di awal Mei 2022, geliat kunjungan wisatawan mulai dirasakan masyarakat Nusa Penida. Hanya, membludaknya wisatawan ke pulau yang memiliki luas 209,4 Km persegi itu membuat jalanan macet di semua tempat.

“Penyebabnya karena belum maksimalnya pembangunan infrastruktur jalan sebagai penunjang transportasi, baik dalam pengembangan sektor pariwisata maupun akses berbagai aktivitas masyarakat,”kata Kolonel Kav Antonius Totok YP dalam siaran pers, Senin (6/6).
“Sangatlah tepat bila program TMMD hadir dan sebelumnya telah didahului dengan kegiatan pra TMMD sebagai maksud agar tepat waktu, tepat guna dan tepat sasaran yaitu di Desa Batukandik, Desa Sakti dan Desa Mekar,”imbuhnya.
Kapendam mengatakan, pelaksanaan di lapangan tidaklah mudah. TNI bersama masyarakat setempat berjibaku harus meratakan daerah perbukitan dipenuhi batu kapur keras dan tandus untuk membuka akses jalan pendekat yang mudah dilalui.
Selama proses pengerjaan, kata Kapendam, masyarakat sudah memanfaatkan akses jalan tersebut termasuk anak-anak berangkat sekolah dengan penuh keceriaan sambil menikmati indahnya suasana perbukitan di pagi hari.
“Ini membuktikan hasil TMMD sangat dinanti oleh masyarakat setempat. Kami berharap dengan terbukanya akses jalan dalam pelaksanaan TMMD di wilayah ini dapat membuka harapan baru bagi masyarakat setempat untuk memaksimalkan potensi-potensi yang ada,”harap Kapendam.
Selain itu, juga diharapkan dapat membangkitkan dan mendorong percepatan program pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan perekonomian masyarakat terutama di pedesaan, terpencil, perbatasan maupun terluar. (dum)








