
DENPASAR – Akibat pergeseran Kejuaraan Nasional (Kejurnas) tarung derajat dari Agustus 2022 menjadi Desember tahun 2022, akhirnya Pengprov Kodrat Bali harus mengganti helatan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) tarung derajat yang proyeksinya dilangsungkan Juni 2022 menjadi Pekan Olahraga Pelajar (Porjar).
Hal ini menurut Sekretaris Umum (Sekum) Kodrat Bali AA Bagus Tri Candra Arka karena jenjang Kejurprov sendiri hasilnya akan mengarah ke Kejurnas.
“Kejurprov diganti menjadi Porjar dengan ruang lingkupnya Provinsi Bali. Porjar sendiri kami proyeksikan digrlar pada pekan ketiga Juni 2022. Petarung yang turun mulai dari tingkat pelajar SD, SMP dan SMK maupun SMA dengan kategori putra dan putri,” jelas pria yang akrab disapa Gung Cok itu di Denpasar, Kamis (2/6/2022).
Pertimbangan lainnya lanjutnya, karena empat kabupaten/kota yakni Badung, Denpasar, Buleleng dan Gianyar telah melaksanakan Porjar di wilayah masing-masing. Porjar nantinya tetap melibatkan sembilan kabupaten/kota. Pertandingan bakal dilangsungkan di GOR Ngurah Rai, Denpasar menggunakan dua matras.
“Pelaksanaan tiga hari serta disiapkan dua matras untuk efisiensi waktu,” imbuh Gung Cok.
Pria yang juga Binpres KONI Bali ini tak menutup kemungkinan ada petarung Porjar Bali yang akan tampil di Porprov Bali mendatang. Dengan demikian Porjar even bagus dalam mengasah kualitas, fisik dan mental. Termasuk juga seluruh petarung PON Bali kata Gung Cok, memang lahirnya melalui ajang Porjar ini.
Hasil Porjar Bali disebutkan Gung Cok mengarah pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional atau Popnas. Tarung Derajat Bali sendiri spesialis medali dalam tiap kejuaraan level nasional, baik itu kelompok umur maupun tingkat senior (PON).
“Kalau Kejurnas itu nanti hasil dari Porprov Bali,” pungkasnya. (ari/jon)








