
DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi bersurat ke Menteri Kesehatan RI. Surat tersebut tertanggal 15 Mei 2022, bernomor 773/Satgas Covid19/V/2022, Perihal permohonan penetapan status endemi untuk Bali. Mendasari permohonan perubahan status dari Pandemi menjadi endemi diajukan ke Menkes RI, Gubernur Wayan Koster menyampaikan permohonan status endemi untuk Bali berdasarkan kasus Covid-19 di Bali telah melandai.
Selain itu, Gubernur Bali Wayan Koster mendesak upaya pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali. Sehingga ada beberapa hal yang dijadikan dasar untuk permohonan tersebut.
Dalam surat resmi Gubernur Bali Wayan Koster, dijelaskan permohonan itu dilakukan atas beberapa dasar; mulai dari kasus terkonfirmasi positif harian terus mengalami penurunan secara konsisten dan signifikan.
“Kasus terus melandai dan stabil pada angka 10-20 orang per hari dan angka kematian nol,”ujarnya.
Menurut Gubernur Koster kondisi yang stabil ini tetap terjaga meskipun telah diberlakukan kebijakan tanpa karantina dan Visa On Arrival (VOA) untuk 60 negara bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) sejak tanggal 7 Maret 2022 lalu.
Gubernur Koster menambahkan, di Bali telah berlangsung beberapa pertemuan internasional yang melibatkan banyak peserta. Mulai dari Pertemuan Parlemen Sedunia (IPU) dan Pertemuan Konvensi Minamata, pada bulan Pebruari tahun 2022.
“Banyak aktivitas adat berupa Pawai Ogoh-Ogoh yang melibatkan ribuan orang di masing-masing Desa Adat se-Bali. Termasuk telah berlangsung Upacara Keagamaan, di Pura Besakih, melibatkan puluhan ribu orang, tidak ada penambahan kasus di Bali,”ujarnya.
Kemudian pada Libur Lebaran kunjungan wisata domestik membludak angka kasus harian masih tetap stabil. Selain itu juga tingkat pencapaian vaksinasi di Provinsi Bali terutama vaksinasi ketiga (booster) sudah mendekati 70 persen, dan imunitas masyarakat Bali sudah mencapai 98 persen.
“Saya mohon kepada bapak Mentri supaya berkenan menetapkan status Bali menjadi endemi dalam rangka percepatan pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali,”pungkasnya. (arnn/jon)








