
JEMBRANA – Bupati Tamba mengungkapkan kebahagiaannya lantaran Jembrana dipilih menjadi tuan rumah Indonesian Naval Aqua Agriculture Program (INAP) berikut dilaksanakannya Rapat Koordinasi (Rakor) dan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Potensi Maritim (Potmar).
“Pertama suatu kebahagiaan Jembrana dipilih, untuk hal yang spektakuler, INAP yang pertama dan dimulai di Jembrana dan telah dikembangkan INAP I, II dan III. Kedua, Rakor yang dilakukan TNI Angkatan Laut dalam sejarah belum pernah diadakan di kabupaten dan ini yang pertama kalinya juga dilaksanakan disini,” jelas Bupati Tamba di hadapan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, Rabu (11/5/2022).
“Kami sudah merasakan manfaatnya, 300-an tenaga kerja dapat terserap dalam proses pembangunan INAP, dan 60 pekerja lokal dipekerjakan di setiap INAP,” jelasnya.
Lebih jauh, adanya INAP akan mendorong pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam pengolahan hasil budidaya udang vaname.
“Kita akan menumbuhkan UMKM, saya sudah berdiskusi dengan Bapak Kasal, nantinya udang yang mungkin ukurannya kecil-kecil, diolah untuk UMKM, semisal dijadikan kerupuk udang, terasi, bakso atau olahan udang lainnya. Ini akan bermanfaat secara sosial untuk masyarakat Kabupaten Jembrana,” paparnya.
Bupati Tamba tak lupa menyampaikan terima kasih dan harapannya kepada TNI AL yang sudah banyak berkontribusi untuk Jembrana, Bupati menitipkan Jembrana untuk selalu dapat diberikan program-program prioritas.
“Saya berterima kasih sekali terutama kepada kesatuan TNI Angkatan Laut, di kesempatan berbahagia ini, saya menitipkan Jembrana, semoga Jembrana selalu dikunjungi dan diberikan program-program besar melalui pusat,” harapnya.
Setelah pembukaan Rakernis, Rombongan Kasal melakukan penebaran benih udang vaname, di 30 kolam INAP II di Pengambengan, berlanjut di INAP I di Pebuahan untuk panen Raya Udang Vaname tahap kedua.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Sesmenko Marves) Ayodhia G.L. Kalake, Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) TB Haeru Rahayu dan Direktur Tata Kelola Destinasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Indra Ni Tua. (ara,dha)








