
DENPASAR – Pengprov FORKI Bali akhirnya dipimpin Nakhoda muda untuk periode 2022-2026 pada Musprov yang digelar di Griya Santrian Sanur, yang berakhir Selasa (26/4/2022) malam.
Adalah Armand Setiawan terpilih sebagai ketum anyar menggantikan I Ketut Rochineng yang sudah menjabat sebagai Ketum Pengprov FORKI Bali selama dua periode. Pria yang akrab disapa Armand Joger tersebut terpilih dengan meraih 10 dukungan berbanding lima dukungan untuk Anak Agung Ngurah Sutha.
Ketum KONI Bali IGN Oka Darmawan menilai kepengurusan Pengprov FORKI Bali yang baru akan memiliki tantangan yang cukup berat di PON XXI/2024, Aceh-Sumut.
“Siapapun yang menjadi ketum terpilih, tugasnya pasti berat. Di PON Papua, sudah dapat dua emas. Minimal kedepannya bisa lebih dari itu,” ucapnya.
Di sisi lain Ketum Pengprov FORKI Bali terpilih Armand Setiawan mengakui jika tantangan dibawah kepemimpinannya akan semakin berat.
“Kalau standarnya PON, memang tantangannya cukup berat. Ada beberapa andalan kami yang sudah memasuki batasan usia di PON,” ucapnya.
Dari data yang diperoleh, memang ada beberapa karateka andalan Bali yang sudah tidak bisa lagi bertarung di multieven olahraga terbesar di Indonesia tersebut. Misalnya saja Cok Istri Agung Sanistyarani. Regenerasi menurut Armand Joger harus dilakukan dengan maksimal.
“Kaderisasi sekarang masih berjalan dengan baik. Tapi kemarin sedikit terkendala dua tahun karena pandemi Covid-19. Jadinya kejuaraan-kejuaraan sedikit berkurang. Inilah pekerjaan berat kami dan kami harus bisa bekerja keras dalam satu tahun kedepan,” terangnya.
“Semua pengurus harus terlibat. Jangan hanya papan namanya saja yang terpampang di kepengurusan,” tambah Armand Joger yang sebelumnya menjabat sebagai Manajer Tim PON Bali di Jabar dan Papua tersebut.
Untuk pengganti Coki, sudah mulai terlihat di Jembrana, Klungkung dan Bangli. Sekarang Armand ingin melihat sejauh mana penerus Coki tersebut bisa memiliki jiwa yang lebih besar dari Coki. Tahun depan Pra-PON sudah digelar. Ada 17 kelas yang dipertandingan di cabor karate.
Dari 17 kelas tersebut, Armand memiliki harapan besar bisa menyumbangkan karateka yang bisa lolos ke PON dengan akreditasi yang sangat baik. Selain itu, Armand Joger ingin agar Bali bisa menjadi tuan rumah Pra-PON 2023.
“Harapannya Pra-PON bisa digelar di Bali,” imbuhnya.
Terkait pelatih, mantan Wakil Ketum Pengprov FORKI Bali tersebut ingin ada banyak pelatih yang memiliki sertifikasi semisal level nasional. Itu menjadi tugas lain dari pengurus FORKI provinsi, kabupaten/kota dan perguruan di Pulau Dewata.
“Kami harus berpikir strategis juga. Semakin banyak pelatih, tentu semakin bagus kan. Tapi sekarang untuk menentukan kuota pelatih di PON misalnya ada di KONI Bali,” tutupnya. (ari/jon)








