
DENPASAR – Jeffrey Douglas Craigen, bule Kanada yang viral karena menari bugil di wilayah Gunung Batur, mengaku tidak tahu bahwa Gunung Batur merupakan kawasan disucikan di Bali. Dia pun menyebut tidak ada maksud untuk tidak menghormati budaya Bali atas perilakunya tersebut.
Hal itu merupakan hasil pemeriksaan Tim Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar. Yang telah secara sigap menyikapi informasi viral tersebut mulai 24 April 2022 lalu, dengan mendatangi penjamin dan memeriksa paspor bule bersangkutan.
Itupun kemudian ditindaklanjuti pemeriksaan terhadap WNA itu sendiri, pada Senin (25/4/2022). Hasilnya, bule tersebut tidak memungkiri bahwa dirinyalah yang ada dalam video. Itu dilakukannya pada sekitar pertengahan bulan April 2022 lalu, tanpa mengetahui bahwa Gunung Batur merupakan tempat disucikan di Bali. Kaitan dengan itu, dia juga menegaskan bahwa sama sekali tidak ada maksud untuk tidak menghormati budaya Bali.
“Motif yang bersangkutan dalam membuat film hanyalah sekedar mengekspresikan dengan menari tarian Haka dari Selandi Baru,” sebut Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Bali Jamaruli Manihuruk.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, sambung dia, juga diketahui bahwa yang bersangkutan pertama kali masuk Indonesia pada tahun 2018, dan kedua pada akhir 2019. Maksud dan tujuannya datang ke Indonesia adalah untuk mengunjungi beberapa kota seperti Malang, Lombok, dan Bali. Tepatnya untuk berlibur, serta menikmati keindahan alam di Bali dan mencari pengobatan alternatif terkait osteoporosis.
“Yang bersangkutan memenuhi kebutuhan sehari-hari dari bekerja di Kanada sebagai aktor kanal Netflix, pengisi suara di film animasi, membintangi iklan komersil, serta penyembuhan psikologis secara online,” bebernya.
Atas hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, maka bule tersebut dipastikan akan dikenai Tindakan Administratif Keimigrasian berupa pendeportasian dan pencekalan. Itu sebagaimana diatur dalam Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
“Seluruh WNA yang berkunjung ke Bali, kami minta agar selalu berperilaku tertib dan menghormati hukum serta nilai budaya masyarakat Bali. Karena kami pastikan, setiap pelanggaran akan kami tindak tegas demi menegakkan kehormatan dan kewibawaan negara di hadapan dunia,” pungkasnya. (adi/jon)








