
KARANGASEM—Kasus video viral Kasek SMAN 3 Amlapura yang menginjak bahu salah seorang siswanya saat menjalani hukuman push up berakhir happy ending. Orang tua siswa yang menjadi korban pembinaan disiplin tersebut, sepakat untuk berdamai dan tidak akan melanjutkan persoalan itu ke ranah hukum. Kesepakatan damai itu terungkap dalam pertemuan yang melibatkan orang tua siswa, komite, komponen masyarakat Desa Seraya dan Kepala Sekolah I Komang Sudiana, di sekolah setempat, Rabu (13/4/2022).
Dalam pertemuan itu, Nyoman Yasa yang didampingi kuasa hukum Wayan Eko SH, menyatakan tidak akan melanjutkan kasus itu ke jalur hukum, karena I Komang Sudiana selaku Kasek SMAN 3 Amlapura, sudah menyatakan permohonan maaf atas kesalahan yang dilakukan terhadap anaknya.
Tak sekadar berdamai, dalam pertemuan itu, Yasa juga membuat surat pernyataan bermeterai Rp 10.000 dalam kesepakatan yang dibuatnya itu.
“Pak Kepala Sekolah sudah mengklarifikasi kejadian pada video itu. Beliau juga dengan tulus menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan yang dilakukan kepada anak saya. Kami ikhlas menerima dan berharap kejadian serupa tidak akan terulang lagi,” ucap Yasa dalam pertemuan yang dihadiri Ketua Komite SMAN 3 Amlapura, I Wayan Puspa Sudana.
Yasa mengaku sangat berterimakasih atas pendidikan karakter yang diberikan para guru-guru di SMAN 3 Amlapura. Kendati demikian, pembinaan disiplin terhadap para siswa yang ada disekolah tersebut hendaknya tidak terlalu berlebihan.
“Saya sangat senang para siswa disini mendapat pembinaan disiplin, tapi caranya harus lebih elok dan beretika. Kami berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran berharga, bukan saja bagi guru-guru, juga siswa yang sekolah disini. Semoga SMAN 3 Seraya semakin maju dalam mencetak anak didik yang berkualitas,” ucapnya.
Sebelumnya, Kasek I Komang Sudiana, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kekeliruan yang dilakukan itu. Permohonan maaf yang dibuat dalam surat pernyataan bermeterai Rp 10.000 itu disampaikan tidak saja ditujukan kepada keluarga siswa, namun disampaikan kepada komponen masyarakat Desa Seraya.
“Kepada orang tua siswa dan komponen masyarakat Desa Seraya, Saya memohon maaf atas kesalahan seperti yang terlihat dalam video pembinaan siswa itu. Saya bersedia membina seluruh staf agar tidak membuat pernyataan yang memperkeruh suasana, serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut dikemudian hari,” tegas I Komang Sudiana dalam surat pernyataannya.
Seperti diwartakan sebelumnya, sebagai kepala sekolah, I Komang Sudiana melakukan perbuatan tak terpuji di depan anak didiknya. Awalnya, dia mau menegakkan disiplin bagi siswa yang melakukan pelanggaran dengan memberikan hukuman push up.
Namun sayang, maksud baiknya itu, tercederai dengan sikapnya yang menginjak bahu salah seorang siswa yang sedang menjalani hukuman disiplin. Kasus tersebut terjadi, Senin (12/4/2022) viral di media sosial setelah videonya dibagikan keberbagai akun media sosial. Atas perbuatannya, Sudiana langsung mendapat panggilan dari Disdikpora Provinsi Bali, untuk melakukan klarifikasi. (wat/jon)








