
KARANGASEM-Masyarakat Karangasem berduka. Salah seorang putra terbaiknya, Bupati Karangasem periode 2000-2005, I Gede Sumantara Adi Pranata berpulang di RSUP Sanglah, Sabtu (12/3)/2022, sekira pukul 08.45 Wita. Politikus sekaligus pendekar gaek pemegang sabuk ban hitam itu berpulang setelah bergelut melawan sakit ginjal yang dideritanya sejak beberapa bulan terakhir.
Pantauan di rumah duka di Lingkungan Juuk Manis, Kelurahan Karangasem, Minggu (13/3/2022), berpulangnya sosok politikus gaek asal Desa Datah, Kecamatan Abang, itu membawa luka mendalam bagi keluarga dan putra-putri almarhum. Ni Kadek Dewi Semarawati misalnya. Dia tampak sangat terpukul atas kepergian orang tua sekaligus sosok pria panutan yang berpengaruh di Karangasem itu.
“Dua hari sebelum bapak meninggalkan kami, beliau sempat berpesan agar kami anak-anaknya selalu hidup rukun menjaga persaudaraan,”ucap putri kedua almarhum didamping suaminya Wayan Gelis Ardika.
Dewi tak menyangka, kalau pesan ayahnya itu menjadi pesan yang terakhir untuk keluarga kecilnya. Pasalnya saat menyampaikan pesan singkat itu, almarhum yang juga Ketua DPD Partai Demokrat itu, tidak menunjukkan tanda-tanda akan menghadap sang khalik secepat itu.
“Kami dan keluarga besar sudah mengikhlaskan kepergian beliau,”ucapnya.

Putra Sulung almarhum, I Putu Karca Sumanjaya juga menyampaikan hal senasa. Saat dikonfirmaai wartawan, pria yang mewarisi ilmu kependekaran dari almarhum mengatakan, ayah kandungnya yang juga mantan Ketua DPC PDIP Karangasem, itu meninggal dunia setelah menjalani perawatan beberapa hari di RSUP Sanglah.
“Bapak meninggal dunia karena sakit gagal ginjal. Beliau menderita sakit ini sudah setahun yang lalu,” terangnya.
Pasca diketahui mengalami gagal ginjal setahun lalu, lanjut Karca, almarhum ayahnya rutin melakukan pengobatan. Bahkan, sebelum dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar, ayahnya lebih dulu menjalani perawatan di Rumah Sakit Surya Husada.
“Ayah dirujuk di rumah sakit Surya Husada setelah nyepi lalu. Saat dirujuk, ayah sudah tidak sadarkan diri. Setelah mendapatkan perawatan. Tiga hari lalu kondisinya sempat membaik dan sempat minta pulang. Tapi, kemarin saat hendak cuci darah, kondisi ayah drop akhirnya di rujuk ke RSUP Sanglah. Dan, paginya ayah sudah berpulang meninggalkan kami,” ungkapnya.
Terhadap prosesi upacara pemakaman ayahnya, Karca mengatakan, pihak keluarga masih merembugkan dengan keluarga untuk mencari dewasa ayu (hari baik).
“Jenasah almarhum rencananya akan langusung dibuatkan upacara pengabenan 19-21 Maret ini. Sekarang kami masih mencari dewasa ayu dari sulinggih,” pungkasnya. (wat/jon)








