
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat meninjau proyek Pelabuhan Bias Munjul
KLUNGKUNG- Kehadiran proyek Pelabuhan Bias Munjul di Ceningan, Nusa Penida diharapkan memudahkan aksesibilitas menuju kawasan segitiga emas.
Dalam perjalanannya, proyek pembangunan Pelabuhan Bias Munjul terkendala pengerukan. Persoalan tehnis ini diluar perkiraan awal pihak pelaksana.Dampaknya pelaksanaan proyek sempat molor, hingga alat berat yang digunakan mengeruk untuk kolam pelabuhan mengalami rusak.
Menurut Bupati Klungkung yang sempat mengecek ke lokasi proyek, saat ini pengerjaan dari pelabuhan Bias Munjul ini sudah hampir 60 persen. Ia mengatakan, dasar Pelabuhan Bias Munjul ternyata sangat keras, dan tidak sesuai perkiraan awal.
“Informasi dari rekanan, batuan di dasar pesisir Bias Munjul ternyata sulit dihancurkan, tidak seperti koral biasa. Sehingga alat berat yang digunakan mengeruk ada yang mengalami kerusakan,”tandas Bupati Suwirta, Minggu (20/2/2022).
Meskipun demikian, Suwirta berharap pengerjaan Pelabuhan Biar Munjul dapat selesai tepat waktu dan sesuai dengan perencanaan. Proyek Pelabuhan Bias Munjul perlu didukung prasarana lainnya berupa akses jalan. Terkait akses jalan menuju pelabuhan, kata Suwirta sebagian besar masyarakat setempat sudah bersedia merelakan lahannya untuk pelebaran jalan.
“Hanya satu atau dua orang yang belum. Tapi kami yakin pelebaran jalan ini harus berjalan,” tegasnya.
Demikian pula dengan perencanaan jembatan penghubung Pulau Lembongan dan Ceningan, yang sudah dilakukan di Dinas PUPR. Bupati berharap, Gubernur Bali Wayan Koster jua bisa mengeksekusi (merealisasikan) proyek jembatan tersebut.
“Keberadaan jembatan itu juga sangat penting, untuk menunjang keberadaan Pelabuhan Bias Munjul. Jika tidak ada jembatan sama saja mubazir, dermaga (pelabuhan) tidak bisa mengkoneksitas dua pulau,” ujar Bupati asal Ceningan, Nusa Penida ini.
Perwakilan pihak pelaksana, Anak Agung Bagus Putra menjelaskan, masalah pengerukan tersebut memang sangat menghambat pengerjaan Pelabuhan Bias Munjul. Namun dirinya optimis pengerjaan pelabuhan yang menjadi bagian dari pelabuhan segitiga emas itu (Sanur, Sampalan, Bias Munjul) dapat rampung sesuai target yakni September 2022.
“Target kami keseluruhan rampung bulan September mendatang,” ungkapnya.
Pelabuhan Bias Munjul di Pulau Ceningan dibangun menjadi dermaga bagi speedboat dan kapal roro, dengan estimasi biaya pembangunan sebesar Rp 109 miliar lebih. Jika konsep pelabuhan segi tiga emas ini sudah terealisasi, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan lalu lintas di Pulau Ceningan, serta berdampak terhadap ekonomi warga setempat. (yan)








