
DENPASAR – Sebanyak 40 orang menjadi target Asprov PSSI Bali jadi peserta, saat menggelar kursus Pengawas Pertandingan (PP) sepakbola pada 4-6 April 2022 di Denpasar. Hal itu disampaikan Direktur Kompetisi Asprov PSSI Bali, AA Gede Dalem Suarnata, Selasa (15/2/2022).
Menurutnya, kegiatan ini dilakukan sebagai tinkdaklanjut workshoop kompetisi PSSI dengan Asprov PSSI Bali secara daring 13 September 2021 yang lalu. Syarat peserta untuk mengikuti kursus pengawas pertandingan PSSI yakni usia minimal 18 tahun, memiliki pengetahuan tentang sepak bola, sehat jasmani dan rohani.
Tak hanya itu, peserta juga memiliki sertifikat vaksin Covid – 19 dosis 2 dan memiliki surat rekomendasi Askab/Askot PSSI tempat asal setempat. Suarnata menambahkan, target pesertanya 40 orang itu sudah jumlah maksimal, sesuai dengan regulasi dan persyaratan kursus dari PSSI. Ditambahkan, saat ini kata Suarnata, di Bali sudah memiliki 12 pengawas pertandingan.
Disebutkannya, yang aktif bertugas di liga Nasional sebanyak 3 orang, I Made Witarka, I Gede Subrata, dan Kadek Suastana. Sisanya bertugas di kegiatan Asprov PSSI Bali.
Harapan kedepannya, dengan banyaknya pengawas pertandingan yang kami miliki, tentunya penugasan berjenjang yang ada di setiap kompetisi dari PSSI bisa diisi pengawas pertandingan dari Bali.
“Saat ini pengawas pertandingan tidak ada lagi strata daerah dan nasional, semuanya setara. Nilai kemampuan saat kursus dan saat bertugas manjadi acuan untuk rekomendasi penugasan di tingkat yang lebih tinggi,” imbuh Agung Suarnata.
Diharapkannya, pendaftaran peserta dari Askab/Askot bisa mengirimkan peserta 2 orang, sehingga dari sini saja sudah ada 18 peserta. Target selanjutnya peserta berasal dari klub juga bisa mengirimkan peserta, sehingga target 40 terpenuhi semuanya. (ari/jon)








