
Julia Bria (kedua dari kiri) bersama pengurus Pertina Bali
DENPASAR – Setelah sebelumnya mengutarakan ketiakpuasan soal bonus PON Papua di media sosial (medsos) yang akhirnya viral, salah seorang petinju Bali Julio Bria akhirnya mengakui kesalahannya dan mengklarifikasi apa yang disampaikannya dalam press conference di Sekretariat Pengprov Pertina Bali yang juga kediaman Ketua Umum Made Muliawan Arya atau De Gadjah, Rabu (9/2/2022).
“Saya mengutarakan itu saat diwawancara dalam kondisi lagi kurang bagus. Saya akui salah karena juga tidak berkoordinasi dulu dengan pengurus Pertina Bali. Seharusnya saya berkoordinasi dulu sebelum memberi pernyataan,” kata Julio.
Tak hanya itu Julio juga mengklarifikasi soal asupan makanan dan vitamin selama latihan.
“Soal asupan makanan dan vitamin yang dimuat di media itu juga tidak benar. Pengurus Pertina Bali selama ini mendukung penuh. Selama 8 bulan latihan kami mendapat asupan makanan dan vitamin dari Pertina Bali. Apa yang saya sampaikan sebelumnya itu juga tidak benar, saya tidak berkoordinasi dengan pengurus,” tambahnya.
Sedangkan terkait bonus peraih medali PON Papua, Julio menyerahkan sepenuhnya kepada pengurus karena dirinya yakin pengurus Pertina Bali akan komit mendukung dan memperjuangkan para atlet tinju.
“Jadi bonus PON dan lain-lain,saya percayakan kepada pengurus dan apa yang saya sampaikan di media salah dan tidak saya pikirkan baik-baik sebelumnya. Saya tidak mau itu nanti digoreng atau diplintir kemana-mana,” tegasnya.
Sementara itu Ketua Umum Pertina Bali, De Gadjah,saat dikonfirmasi menyatakan sudah mempertanyakan pernyataan Julio Bria di media.
“Saya tidak tahu apa-apa soal bonus PON Papua karena saat itu saya sibuk upacara melaspas. Hanya kalau ada persoalan, seharusnya dikoordinasikan dulu dengan pengurus Pertina, nanti biar pengurus yang menanganinya. Selama ini pengurus Pertina dan juga Pak Gubernur Bali sudah sangat mendukung perkembangan olah raga di Bali termasuk dunia tinju Bali,” beber De Gadjah.
Sebelumnya, Julio Bria, mengeluhkan besar bonus peraih medali PON Papua yang jauh dari harapannya dan dipotong pajak, serta memenuhi kebutuhan asupan makan dan vitamin sendiri, dan harus meninggalkan keluarga selama bertanding di PON Papua. (ari/jon)








