
DENPASAR – Minimnya anggaran untuk Porprov Bali XV/2022 membuat KONI Tabanan harus mempersiapkan atlet hanya sekitar 100 atlet saja. Dan prioritas didalam jumlah itu tak lain 26 atlet yang menghuni Pelatda saat ini.
Menurut Ketua Umum KONI Tabanan Dewa Gede Ary Wirawan, 26 atlet pelatda yang peraih medali pada Porprov Bali XIV/ 2016 silam di Tabanan menjadi andalan untuk meraih medali lagi di Porprov Bali tahun 2022.
“Ya itu prioritas menjadi andalan Tabanan disamping atlet lainya yang memiliki potensi dan peluang dalam meraih medali nantinya. Tapi semuanya tetap kami pantau secara umum baik atlet pelatda KONI Tabanan serta atlet potensi meraih medali itu dari sisi perkembangan kualitas dan prestasinya,” kata Ary Wirawan saat dihubungi, Minggu (16/1/2022).
Langkah lainnya untuk efisiensi anggaran lanjutnya, selain atlet juga cabang olahraga (cabor) juga akan difilter apakah cabor itu mampu bersaing berebut medali atau tidak. Kalau tidak diharapkan tahu diri.
“Semua itu dilakukan karena dari anggaran pengajuan kami ke Pemkab Tabanan Rp 9 Miliar disetujui Rp 2 Miliar saja dan itu masih dipotong untuk kesekretariatan dan operasional KONI Tabanan dan tersisa hanya Rp 1,3 Miliar saja,” tambah Ary Wirawan.
Lantas bagaimana jika cabor menggunakan biaya mandiri dan seandainya nanti meraih medali, bagaimana hak mereka nantinya?
“Ya tetap nanti akan kami hitung sehingga hak mereka terkait bonus akan sama. Memang ada beberapa cabor yang mengusulkan biaya mandiri untuk turun di Porprov Bali,” tandas Dewa Ary.
Dia menambahkan, para atlet Tabanan diminta untuk terus berlatih secara rutin dan meningkatkan kualitas dan prestasinya, sehingga mampu mengharumkan nama kabupaten Tabanan. (ari/jon)








