
BADUNG – Cabang olahraga (cabor) biliar yang terpilih pertadingannya di Badung pasca pembagian venue cabor Porprov Bali XV/2022 dalam rapat koordinasi antara KONI Bali dan KONI kabupaten/kota silam, nampaknya menjadi kesulitan tersendiri bagi Pengkab POBSI Badung.
Seperti diutarakan Ketua Umum Pengkab POBSI Badung IGN Agung Reza Mahendra, untuk venue biliar di Badung sangat sulit. Meskipun memang ada satu tempat biliar di daerah Kuta, namun masih belum bisa maksimal atau masih belum sesuai standar.
“Ada tempat biliar di daerah Kuta namun masih kekurangan untuk meja biliar nomor snooker. Jadi masih belum bisa melengkapi pertandingan untuk Porprov Bali nantinya,” ujar Reza Mahendra, Rabu (12/1/2022).
Kalau seandainya menggunakan venue lain lanjutnya, bisa saja di hall hotel atau di tempat lain yang agak luas, namun akan membutuhkan biaya cukup banyak. Seperti sewa meja, mengganti laken atau alas meja biliar dan mengangkat meja biliar ke venue tempat pertandingan.
“Pastinya biayanya akan sangat banyak dan nanti biayanya darimana? Itu yang menjadi kendala kami di Badung. Semuanya akan tetap kami koordinasikan da kami komunikasikan kepada KONI Badung. Soal bagaimana selanjutnya kan nantinya KONI Badung yang akan mengambil keputusan,” tambah Reza Mahendra.
Terlepas dari semua itu secara internal POBSI Badung sendiri sudah tak masalah dengan atlet biliar yang nantinya diturunkan di Porprov Bali tahun 2022. Pasalnya secara persiapan sudah tidak ada masalah lagi.
“Ada atlet biliar PON Bali yang kami proyeksikan untuk kami andalkan ke depannya. Hanya tinggal nanti jika sudah ada jadwal pasti Porprov Bali bakal kami kian solidkan, dengan membentuk tim inti,” tandas Reza Mahendra. (ari/jon)








