
TABANAN – Pembangunan GOR Debes telah selesai 100 persen yang sepenuhnya menggunakan dana BKK Provinsi Bali selama tiga tahun. Selesainya pembangunan GOR Debes baru ini dicek langsung Ketua DPRD Tabanan N Adi Wiryatama bersama sejumlah anggota komisi III DPRD Bali, Kamis (6/1/2022).
Secara umum, bangunan GOR Debes ini sudah sangat layak pakai dan menjadi kebanggan masyarakat Kabupaten Tabanan kedepannya. Sejumlah fasilitas olahraga di Kabupaten Tabanan akan diusulkan untuk mendapatkan anggaran renovasi agar memiliki kualitas yang lebih baik.
“Sejauh ini bangunan GOR Debes Tabanan sudah memenuhi syarat meskipun masih bisa dikatakan belum bagus seperti GOR di daerah lainnya. Namun, hal tersebut patut disyukuri karena Tabanan mendapat porsi anggaran untuk melakukan pembangunan di tengah pandemi ini,” katanya.
Dikatakan, pembangunan GOR Debes baru yang dimulai tahun 2018 lalu tersebut sepenuhnya menggunakan anggaran BKK provinsi Bali dalam tiga periode. Tahun pertama 2018 sebesar Rp 10 MIliar untuk pembangunan pondasi. Dilanjutkan di tahun 2019 sebesar Rp 10 Miliar untuk pembangunan gedung, sehingga bisa digunakan saat Porprov XIV Provinsi Bali. Di Tahun 2020 tidak dianggarkan dan baru di tahun 2021 kembali dianggarkan sebesar Rp 10 miliar untuk finishing.
“Kami lintas Provinsi karena bantuan BKK provinsi wajib kami kontrol. Intinya kami harap yang terbaik nantinya untuk GOR Debes Tabanan ini,” katanya.
Bupati Tabanan periode 2000-2010 ini menegaskan, agar Pemerintah Daerah Tabanan beserta KONI Tabanan bisa memelihara bangunan ini dengan sangat baik. Mengingat, selama ini banyak bangunan yang justru rusak karena tak mendapat pemeliharaan yang maksimal begitu juga pemanfaatannya.
“Membangun biasanya kita gampang, memeliharanya itu susah. Bagaimana Gedung yang megah ini dipelihara dengan baik. Kemudian juga digunakan dengan baik agar tidak menjadi saksi bisu saja,” tegasnya.
Pihaknya sangat mengapresiasi terhadap Pemerintah Provinsi Bali yang telah memberikan anggaran kepada Kabupaten Tabanan untuk pembangunan GOR Debes ini. Sehingga besar harapan pada kemudian hari juga bisa dibantu untuk peningkatan dan perbaikann sarana olahraga lainnya. Termasuk Stadion Debes menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Bali. Terlebih Stadion Debes kerap me nggelar event olahraga lokal sampai tingkat nasional.
“Karena situasi saat ini belum ada permohonan karena belum ada anggaran. Potensi Tabanan besar tapi kemampuan masih belum memadai. Kami lihat situasi dulu, kalau uang sudah ada, baru juari ngomong lah,” ucapnya.
Kini yang menjadi kendala, yakni pemeliharaan. Menurut Plt Kadis PUPRPKP I Gusti Agung Ngurah Oka Kamasan, biaya yang dibutuhkan untuk pemeliharaan gedung sebesar ini, sangat besar. Sementara saat ini belum ada pos anggaran untuk itu. “Itu (Biaya perawatan) selanjutnya harus menjadi perhatian,” sebutnya. (jon)








