
DENPASAR – Calon Ketua Umum KONI Bali yang baru nantinya harus memiliki integritas. Jika tidak memiliki integritas maka akan sulit dipercaya semua pihak. Selain itu memiliki waktu karena olahraga harus fokus tidak hanya sekedar menandatangani surat saja. Termasuk berpikir soal pembinaan, pengembangan dan pengelolaan.Hal itu diutarakan Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi.
Bahkan tidak hanya itu saja, juga bagaimana menjawab tanggung jawab dari kepercayaan yang diberikan masyarakat bagaimana Bali bisa lebih baik ke depan.
“Setiap orang akan bisa dipercaya oleh siapapun apabila bisa dipercaya dalam tanggung jawab terkait hasilnya dan tidak perlu kita bicara kedekatan atau segala macam. Kalau dekat dengan pejabat tapi memble buat apa. Contohnya saya biasa –biasa saja tapi saya menghormati pak Gubernur dan menghormati teman-teman di pemerintahan dan saya dibantu karena ada koordinasi dan komunikasi, serta bukan harus ikut beliau-beliau kemana-kemana,” tutur Suwandi di KONI Bali, Kamis (6/1/2022).
Terpenting lanjut mantan Ketua Umum KONI Badung itu, apa yang diberikan sebagai bentuk tanggung jawab oleh pemerintah selaku pemberi mandat untuk olahraga itu harus dikerjakan. Jadi kalau ada hasil lebih baik maka otomatis akan dipercaya pemerintah.
“Jangan dibalik dipercaya dulu tapi kita belum berbuat. Kalau sudah ada hasil kita baru bisa dipercaya masyarakat dan pemerintah dan bisa dipertanggung jawabkan atau akuntabel. Setelah itu semuanya akan dibantu,” tegas Suwandi.
Bahkan dirinya mengaku apalah artinya suwandi kalau tidak dibantu pemerintah dalam sisi pendanaan.
“Dalam kondisi sekarang orang tidak punya uang tapi kami dibantu pemerintah. Saya diberikan kepercayaan dan saya mampu menjawab dengan prestasi.Itu saja,” tutup Suwandi. (ari/jon)








