
GIANYAR- Gubenur Bali Wayan koster mengamini jika komponen pariwisata tergerak untuk menyasar pasar domestik karena kondisi internasional hingga saat ini belum pulih.
“Dalam situasi pandemi ini, semua negara memiliki kebijakan membatasi warganya untuk berwisata ke luar negeri. Meskipun kita buka sejak Oktober, tapi ternyata dinamika Covid-19 di sejumlah negara itu dinamis sekali,” ujar Koster di sela-sela meresmikan Pasar Rakyat Gianyar, Sabtu (18/12/2021).
Ia menyebut dari 19 negara yang dibuka untuk masuk Bali justru membuat kebijakan melarang warganya berwisata. Itu tidak terlepas dari perkembangan Covid-19, terlebih munculnya varian Omicron.
“Sehingga tidak ada yang datang sampai sekarang karena memang Covid lagi naik, bahkan ada negara yang memberlakukan lock down,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Koster minta maaf kepada komponen pariwisata. Ia menyampaikan untuk saat ini pasar domestik memiliki potensi sangat besar.
“Wisatawan domestik yang datang ke Bali sudah cukup tinggi dan penerbangan full book. Kemarin saya berdiskusi dengan Menteri Pariwisata berupaya untuk menambah penerbangan untuk akhir tahun ini karena sekarang Garuda Indonesia full, Lion Air full, Batik, Citilink full. Garuda tidak bisa lagi nambah penerbangan karena keterbatasan pesawat. Kita upayakan berkerja sama dengan maskapai lain untuk menambah penerbangan ke Bali,” ujarnya.
Koster menyebut wisatawan yang datang, baik melalui jalur udara maupun lewat darat mencapai 25 ribu lebih per hari dan hunian hotel meningkat serta restoran mulai ramai. Kendati perekonomian mulai menggeliat, masyarakat diharapkan tetap disiplin prokes.
“Yang paling kondusif buat kita adalah wisatawan domestik. Kalau wisatawan mancanegara, walaupun kita buka, negaranya yang melarang warganya keluar. Jadi kan tidak jalan skemanya walaupun kita buka. Pasar domestik kita itu besar, malahan lebih loyal. Jangan fokus pada wisatawan mancanegara. Nanti ketika situasi normal, meraka juga akan datang sendiri,” tandasnya. (jay)








