
DENPASAR – KONI Denpasar mengajukan award atau bonus bagi para atlet Denpasar yang meraih medali pada PON XX/2020 yang digelar tahun 2021 di Papua lalu, dengan medali emas Rp25 juta ke Pemkot Denpasar. Hanya saja rancangan pengajuan itu masih menunggu kepastian Pemkot Denpasar.
Seperti diutarakan Ketua Umum KONI Denpasar IB Toni Astawa, pengajuan jika emas Rp25 juta maka medali perak Rp20 juta dan perunggu sekitar Rp10 juta. Award itu khusus dari Pemkot Denpasar.
“Sudah kami ajukan seperti itu tinggal kami membahasnya kembali dengan Pemkot Denpasar sebagai pemerintah dan pemilik anggaran,” ujar pria yang akrab disapa Gus Toni itu, Sabtu (18/12/2021).
Selain atlet, juga pelatih dan ofisial juga diajukan untuk award yang telah membawa dan mengharumkan nama Denpasar di even nasional yakni PON Papua. “Kami juga menunggu perkembangan juga dari Pemprov Bali. Pastinya tinggal bagaimana keputusan dari Pemkot Denpasar nantinya,” ujar Ketua Umum yang kini masuk periode kedua di KONI Denpasar itu.
Terlepas dari semua itu lanjut Gus Toni, KONI Denpasar di tahun 2021 ini telah menjalankan semua kegiatan olahraga meski di masa pandemi. Baik menyelesaikan uang saku atlet Denpasar ke PON Papua, menggelar Walikota Cup, Bintek pelatih cabang olahraga (cabor) maupun kegiatan lainnya.
“Pada tahun 2022 kami juga akan langsung mempersiapkan diri dalam menghadapi Porprov Bali XV secara gotong royong. Kami persiapkan semuanya dengan matang di awal tahun 2022 dalam sisi atlet, pelatih, cabor maupun timnya sendiri,” imbuh Gus Toni.
Menyoal pembagian cabor Porprov Bali, KONI Denpasar juga selalu siap. “Banyak venue yang bisa digunakan di Denpasar baik aset Pemkot Denpasar maupun Pemprov Bali. Apapun cabor itu. Apakah karate, sepakbola bahkan kabaddi kami siap saja ditunjuk untuk menggelar cabor. Kini masih menunggu dulu pembagian cabor itu dari KONI Bali,” demikian Gus Toni. (ari,dha)








