
DENPASAR – Tak dipertandingkannya cabang olahraga panahan pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) tahun 2022 di Sumatera Barat (Sumbar) menjadi pertanyaan besar kalangan panahan di Indonesia, baik dari PP Perpani maupun Pengprov Perpani Bali. Padahal jelas-jelas dalam Webinar di Bali lalu, Menpora Zainudin Amali menyatakan 14 cabor masuk Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) untuk atlet-atlet muda.
Seperti diutarakan Wakil Ketua I Pengprov Perpani Bali Nyoman Mardika didampingi Sekretaris Umum (Sekum) Infithar Fajar Putra, seharusnya PP Bapomi setidaknya mensinkronkan dengan program atau agenda penting Kemenpora. Apalagi DBON yang merupakan produk Kemenpora mengacu dari keinginan Presiden RI Joko Widodo terkait menurunnya prestasi nasional.
“Ya seharusnya sinkron dan dimatangkan soal kajian sebelum menetapkan cabor yang harus dipertandingkan di Pomnas. Pertanyaannya apa PP Bapomi yang mengelar Pomnas tidak mengakomodir program Kemenpora itu? Apalagi kan panahan merupakan cabor yang sudah mendunia,” kata Mardika diamini Fajar Putra, Selasa (7/12/2021).
Hal itu sangat disayangkan dan diharapkan bisa ditinjau ulang dan bisa membuat panahan dipertandingkan di Pomnas.
“Ini even untuk mahasiswa yang bisa memunculkan atlet muda panahan di daerah atau provinsi yang ke depannya bisa membela Indonesia di even umum level internasional,” tegas Mardika.
Sementara itu, Fajar Putra yang juga pengurus PB Perpani mengutarakan jika PB Perpani sudah bersurat ke PP Bapomi untuk mohon panahan dipertimbangkan untuk bisa dipertandingkan di Pomnas tahun 2022.
“Apalagi Kemenpora RI telah menetapkan 5 cabor salah satunya panahan sebagai cabor prioritas nasional dalam rangka persiapan Olimpiade 2024 di Paris. Jadi seharusnya Pomnas bisa jadi ajang evaluasi bagi para pemanah muda atau mahasiswa untuk perkembangan kualitasnya,” demikian Fajar Putra. (ari/jon)








