
KUTA – Layaknya dikuliti, fondasi Pos Balawista Badung yang berlokasi di pesisir Pantai Kuta, makin terlihat ke permukaan. Hal tersebut terjadi akibat abrasi yang mengkikis pantai.
Marshello Aryafara yang sebelumnya berstatus sebagai Koordinator Balawista Kabupaten Badung, mengatakan, sepengetahuannya itu sudah mulai terjadi sejak Oktober 2021 lalu. Meski fondasi sudah terlihat, bangunan masih tetap berdiri dengan kokoh.
“Yang pasti, itu tidak mempengaruhi semangat para anggota untuk melaksanakan tugas,” sebutnya, Rabu (1/12/2021).
Terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata AA Yuyun Hanura Enny terkesan kaget ketika dikirimi foto kondisi pos tersebut. Sebagai langkah tindak lanjut, dia mengaku akan segera meneruskankannya kepada Kepala UPT terkait.
“Kepala UPT Balawista baru sudah dilantik. Biar nanti kami teruskan ke yang bersangkutan,” singkatnya.
Pun demikian respon Plt Kepala Dinas Pariwisata Badung Cok Raka Darmawan. Mendapat informasi tersebut, dia mengaku akan segera melapor ke pimpinan.
“Nanti saya akan laporkan ke Pak Bupati melalui Pak Sekda untuk solusi penanganannya,” ucapnya.
Untuk diketahui pula, terlihatnya fondasi Pos Balawista Pantai Kuta sesungguhnya bukan kali pertama terjadi. Hal serupa sudah pernah terjadi sekitar satu tahun lalu, berbarengan dengan banyaknya pohon tumbang di pesisir Pantai Kuta akibat abrasi.
Namun demikian, pada Desember 2020 lalu, kondisi tersebut sesungguhnya sudah pernah disikapi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung. Itu dilakukan dengan memanfaatkan ratusan meter kubik pasir stockpile yang ada di Pantai Mertasari, Denpasar, atas seizin Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida. (adi/jon)








