
DENPASAR – Pemerintah daerah baik di provinsi maupun di kabupaten/kota diminta fokus dalam membina atlet dan cabang olahraga (cabor) dalam mengejar prestasi. Harapan itu disampaikan Menpora Zainudin Amali dalam Webinar Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang digelar SIWO PWI Pusat bekerja sama dengan Kemenpora, di Inna Grand Bali beach Hotel Sanur, Rabu (1/12/2021).
Penegasan Menpora itu terungkap saat dikonfirmasi terkait dengan perhatian Pemerintah di daerah terhadap pembinaan para atlet termasuk soal anggarannya.
“Saya kira begini, kementerian-kementerian sudah masuk di DBON ini sehingga pemerintah daerah harus sudah mulai fokus dan jangan membinanya terlalu melebar dan tidak fokus di cabor-cabor tertentu, sehingga hasilnya tidak maksimal. Saya sudah bilang kalau mau jadi bagus di PON konsentrasilah di cabor yang nomornya banyak seperti atletik, renang,panahan dan menembak,” tegas Zainudin Amali.
Sedangkan terkait review ekosistem keolahragaan yang tercakup dalam DBON lanjut Menpora, sudah berkoordinasi dengan pihak KONI, KOI dan kalangan olahraga seperti akademisi, pengamat olahraga dan lainnya.
“Kini jalan sudah ada, tinggal bagaimana menjalankannya. Jangan sampai ada atlet bertalenta dan berbakat namun ketika masuk level elit ditangani secara monoton. Semua itu kami potret dan kita cari apa yang harus dilakukan secara jangka pendek atau jangka panjang,” tandasnya.
“Dari dasar itulah muncul DBON sekarang ini. Apalagi DBON ini memiliki payung hukum dalam bentuk Perpres no 86 tahun 2021 yang berisikan desain pengembangan olahraga secara menyeluruh. Hal ini terkait juga jangan sampai beda menteri akan beda kebijakan sehingga akan berdampak macet. “Mudah-mudahan sekarang konsisten dijalankan,” tegas Zainudin Amali.
Dengan tersosialisasinya DBON kepada masyarakat ini, diharapkan masyarakat bisa lebih memahami pentingnya budaya olahraga dalam kehidupan sehari-hari. Pasalnya, DBON tak hanya menjadi pedoman bagi cabang olahraga prestasi, tapi juga menjadi pedoman bagi olahraga kemasyarakatan.
“Meningkatkan budaya olahraga di tengah-tengah masyarakat adalah hulunya, sedangkan prestasi adalah hilirnya. Kalau masyarakat bugar maka akan mudah mencari talenta-talenta di berbagai daerah. Kita ingin menciptakan sumber daya manusia yang tangguh, unggul dan kompetitif. Semua itu diawali dari masyarakat yang bugar,” jelas Menpora.
Disebutkan Amali, target utama DBON yaknia prestasi di Olimpiade dan Paralimpiade. Sementara sasaran antara adalah meraih sukses di Asian Games, Asian Para Games, SEA Games, ASEAN Para Games.
“Pada Olimpiade 2044, Indonesia harus masuk di peringkat 5 dunia. Di Paralimpiade juga demikian. Target ini ditetapkan setelah kami berdiskusi dengan para pakar. Jadi, ada hitungannya untuk masuk ke target itu. Jka kita kosisten dan berstruktur, maka peringkat 5 dunia di Olimpade 2044 bukan hal mustahil,” tutup Menpora. (ari/jon)








