
DENPASAR – Diundurnya Liga Nasional (Liganas) Muay Thai pelajar dan mahasiswa dari gelaran 26-31 Desember 2021 menjadi sekitar pekan ketiga Januari 2022 di Makasar, Sulawesi Selatan, memungkinkan akan ada tambahan atlet Bali yang ambil bagian.
Menurut Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov MI Bali Wayan Suwita, untuk pengunduran gelaran tersebut menurut panitia di Makasar itu karena rekomendasi Bupati. Pasalnya, bulan Desember dikhawatirkan hujan akan deras dan banjir, sehingga jika dipaksakan akan tidak bagus.
“Itu informasi dari pihak panitia. Namun ada hikmahnya dengan diundur karena jumlah atlet Bali yang akan turun nantinya yakni sekitar 5-7 atlet bisa bertambah. Dari jumlah atlet itu nantinya bisa bertambah karena kemungkinan pengkab dan pengkot MI di Bali mengirimkan tambahan atlet atau ada yang baru akan ikut dengan biaya mandiri,” tutur Suwita, Senin (22/11/2021).
Hal itu karena jika ada atlet muay thai yang ingin ikut berdasarkan dari biaya mandiri baik dari pengkab/pengkot termasuk dukungan KONI kabupaten/ kota dalam sisi pendanaan.
“Intinya kami di MI Bali menjembatani sekaligus merekomendasi para atlet kabupaten/kota yang ikut bertanding dengan biaya mandiri. Sedangkan untuk atlet muay thai yang khusus dikirim MI Bali merupakan atlet putra dan putri yang bakal turun di nomor fighting atau tarung dan juga yang bisa merangkap turun di nomor waikru atau seni,” urai Suwita.
Pelatih muay tahi PON Bali lalu itu menjabrakan jika Liganas pelajar dan mahasiswa memang bagus untuk dijadikan tolok ukur utamanya bagi para atlet muay thai kabupaten/kota untuk mempersiapkan diri, menjelang Porprov Bali tahun depan.
“Itulah pertimbangan atlet Bali bisa bertambah di Liganas nanti dari jumlah sementara sekarang ini,” tutup Suwita. (ari/jon)








