
KARANGASEM—Warga Jatituhu, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem was-was, mereka khawatir dengan musim penghujan sudah mulai turun. Lho kok ?
Sebab, ratusan warga saat ini menempati tenda darurat beratap terpal dan sudah rusak dan bocor, paska dusun tersebut menjadi wilayah yang mengalami dampak terparah dari gempa bumi berkekuatan 4.8 magnitodo pertengahan Oktober lalu.
Mengantipasi kondisi tersbut pihak BPBD Karangasem terus melakukan langkah-langkah pemulihan. Satu persatu tenda yang awalnya beratapkan terpal mulai diganti dengan seng.
Perbekel Desa Ban, I Gede Tamu Sugiantara, Senin (15/11/2021), mengaku sangat mengkhawatirkan kondisi warganya di tengah musim penghujan seperti saat ini.
“Hujan membuat tenda darurat untuk tempat tinggal warga Jatituhu banyak yang bocor. Tapi yang kami kawatirkan, hujan juga membawa dampak longsor di dusun tersebut,”terangnya.
Mengantisipasi kebocoran tenda tempat tinggal warganya itu, kata Tamu, posko bencana Desa Ban baru mendapatkan donasi sebanyak 2 ribu lembar seng dan sudah disalurkan ke rumah-rumah warga yang ada tenda daruratnya.
Sedangkan untuk dindingnya memanfaatkan bambu dan terpal.
“Saat ini kita masih kekurangan sekitar 700 lembar seng lagi. Semoga donasi lagi. Infonya donasi berupa seng juga datang dari Yayasan Sraddha Bhakti Stiti Dharma, Klungkung,” pungkas Tamu Sugiantara. (wat)








