
DENPASAR – Demi menjalankan pembinaan dan prestasi bagi pecatur muda, Pengprov Percasi Bali mengirimkan 3 pecatur Bali ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur Junior yang dihelat di Bangka Belitung, 20-25 November 2021. Tapi jumlah pecatur itu bisa bertambah karena pecatur kabupaten dan kota di Bali boleh tetap ikut jika dengan biaya mandiri.
“Ini bentuk pembinaan terhadap pecatur belia atau muda serta junior dalam mengejar prestasi serta untuk memperpadat pengalamannya di even nasional sekaligus melipat gandakan mental bertandingnya,” tutur KetuaUmum Percasi Bali Nyoman Budi Adnyana didampingi Sekretaris Umum (Sekum) Putu Widiari, Jumat (5/11/2021).
Tiga pecatur yang dikirimitu yakni Putu Luhur Apngal dari Buleleng, Gracelia Paramesti Samekto dari Badung dan Fabian Glen Mariano dari Denpasar.
“Target kami ketiganya bisa mempertahankan raihan medali emas yang diraih ketiganya pada Kejurnas Catur tahun 2019 yang digelar di Ambon,” tambah Wakil Ketua I KONI Bali itu.
Dengan ketiganya dikirim ke Kejurnas itu lanjut Budi Adnyana juga merupakan bagian regenerasi sebagai pengganti pecatur senior Bali di masa mendatang.
“Dengan mereka terus berprestasi, jam terbangya terus meningkat serta mental bertanding padat maka akan membuat kualitas dan prestasinya terus meningkat. Dengan demikian Bali tidak akan kehabisan generasi maupun regenerasi pecatur masa depan,” jelas Budi Adnyana yang juga Ketua DPC Peradi Denpasar itu.
Sementara itu, Putu Widiari menambahkan, Kejurnas yang dirangkai dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) itu mempertandingkan kategori usia atau kelompok Umur (KU) dengan jenis A sampai G.
Lantas bagaimana dengan kekuatan pecatur junior provinsi lainnya di Kejurnas Junior nanti?
“Kami sekarang ini belum bisa memetakan kekuatan pecatur junior daerah lainnya karena pada tahun 2020 tidak ada even nasional digelar akibat pandemi Covid-19. Namun ada 2 pecatur kami yang sempat ikut pra-PON dan PON papua silam yang merupakan pecatur junior. Mereka yakni Luhur Apngal yang ikut pra-PON tapi gagal lolos PON Papua dan Gracelia Paramesti yang ikut pra-PON serta lolos ke PON Papua. Keduanya bermain di beregu,” tutup Putu Widiari. (ari/jon)








