
DENPASAR – Sukses menjadi juara umum di cabang olahraga (Cabor) judo pada PON XX/2020 di Papua lalu dengan membawa pulang 6 medali emas, judo Bali bakal kehilangan beberapa judoka tangguhnya karena pensiun. Hal itu jelas menjadi tantangan tersendiri bagi Pengprov PJSI Bali pada PON Aceh-Sumut pada tahun 2024 mendatang.
Seperti diutarakan Ketua II Bidang Prestasi PJSI Bali yang juga manajer tim judo PON Bali lalu Agus Putra Adnyana, ada beberapa nama yang secara lisan menyatakan bakal pensiun dari PON 2024.
“Judoka itu diantaranya Anny Pandini yang sudah menyatakan pensiun karena pertimbangan judoka sudah senior dan ingin memberikan kesempatan kepada judoka yang lebih muda untuk tampil. Anny Pandini sendiri peraih emas PON berturut-turut di kelas 57kg putrid an terakhir di PON Papua lalu,” ujar Agus Putra Adnyana, Minggu 24 Oktober 2021.
Selain Anny Pandini, ada juga judoka Adesta Wiradamungga di kelas -81kg putra dan Adi Wirawan kelas -73kg yang kemungkinan akan memberikan kesempatan juga kepada judoka yang lebih muda.
“Ini PR besar dan tanggung jawab yang besar juga bagi kami di PJSI Bali untuk mencari penggantinya. Terutama di kelas Anny Pandini itu terbilang ketat di nasional. Harus sejak dini digali potensi itu agar bisa menjadi penerus yang lebih senior,” lanjutnya.
Sementara peraih emas PON Papua lalu menurut Agus Putra Adnyana, saat ini masih menjalani masa recovery pasca PON. Namun, dalam kesempatan itu dianjurkan untuk tetap menjaga kondisi tubuh agar tetap fit. Pasalnya, seluruh peraih emas itu akan kembali mengikuti latihan di Pelatnas.
“Anny Pandini, Ganding Kalbu, Mira Widari sebelumnya memang atlet Pelatnas, setelah PON mereka kembali lagi. Termasuk Fania Farid kemungkinan besar dipanggil Pelatnas karena meraih emas waktu ini. Sementara untuk Guna Kakihara ia kembali ke Jepang,” tandasnya. (ari)








