
DENPASAR – Terbaik di kelas -55 kg dan menjadi karateka putri andalan pelatnas Indonesia dan secara teknik jika tidak ada halangan, emas memang menjadi jaminan raihan salah seorang karateka putri PON Bali Cokorda Istri Agung Sanistya Rani atau Coki di PON XX/2020 yang digelar tahun 2021 di Papua pada Oktober nanti. Tapi Coki tetap akan waspada.
“Mungkin saja jaminan emas itu peluangnya ada tapi saya tetap tidak mau meremehkan semua lawan saya dan tetap fokus latihan sambil meningkatkan fisik dan teknik. Kewaspadaan terhadap lawan tetap menjadi prioritas,” tutur Coki ditemui di Joger Kuta, Rabu 8 September 2021.
Terkait rival, Coki menyebutkan salah seorang yakni karateka putri Lampung Selly Septiani yang juga merupakan karateka pelapis Coki di Pelatnas sekarang ini.
“Saya dan Selly bertemu di pra-PON pada babak final. Saya mengalahkannya sehingga saya dapat emas, Selly meraih perak,” sebutnya.
Lantas apakah kalau Coki dengan Selly Septiani latihan di pelatnas bersama kualitas tekniknya tidak diketahui? Coki menilai jika keduanya sama-sama tahu tapi tak masalah dengan semuanya itu karena Coki akan selalu waspada terhadap setiap lawannya.
Selain Selly, Coki juga menyebut rival datang juga dari karateka asal tuan rumah Papua, Jawa Barat dan jawa Timur.
“Khusus Papua saya belum tahu persis siapa karateka unggulan mereka,” sebut peraih medali emas PON 2016 silam itu.
Coki juga mengutarakan pengalaman latihannya di pelatnas. Dalam proses latihan, intensitas latihan yang dilakukannya terbilang tinggi. Termasuk sparing partner lebih banyak.
“Mau putra atau putri untuk sparing bisa karena semua latihannya gabung. Lawan tandingnya tidak pilih-pilih kadang saya bertemu karateka putra juga dengan kelas berbeda,” tandas Coki seraya bertekad akan memberikan yang terbaiknya di PON Papua nantinya. (ari)








