
BADUNG – Akses masuk Pantai Kuta yang sebelumnya dipasangi pita pembatas sebagai larangan beraktivitas selama PPKM Darurat, kini dipagari bambu dan kayu. Pengetatan dilakukan setelah video sekelompok pemuda bermain voli viral di media sosial.
Ketua Pengelola Wisata Pantai Kuta Wayan Sirna menegaskan, pemasangan bambu dan kayu dilakukan sebagai respon atas laporan warga yang mendapati sekelompok orang bermain voli di area Pantai Kuta.
“Kami mengapresiasi kepedulian warga yang turut mengawasi pemberlakuan PPKM Darurat di area Pantai Kuta. Walau memang, seperti terlihat dalam video yang viral di media sosial itu, kata-kata ataupun bahasanya terasa kurang tepat. Mungkin itu terjadi karena orang-orang tersebut tidak menghiraukan arahan yang diberikan,” ungkap Wayan Sirna yang dihubungi, Kamis 8 Juli 2021.
Tak hanya memagari sejumlah akses masuk, pihaknya juga mencabut tiang pada lapangan voli di pesisir Pantai Kuta agar kejadian serupa tidak terulang kembali. “Kami harap masyarakat maklum demi menyukseskan pelaksanaan PPKM Darurat dalam rangka memutus mata rantai pandemi Covid-19,” tegasnya.
Pengawasan PPKM Darurat di Pantai Kuta juga diperketat dengan melibatkan pecalang dan Jagabaya Desa Adat Kuta serta bersinergi bersama TNI dan Polri. “Hasil pengawasan tadi, memang masih ada beberapa orang menerobos masuk area pantai dan itu sudah langsung disikapi dengan memberikan pemahaman,” bebernya.
Sementara, Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista menegaskan akan lebih mengintensifkan pengawasan setelah adanya sekelompok orang bermain voli. “Saya sudah wanti-wanti kepada Satgas Pantai untuk terus patroli. Jangan sampai hal semacam itu terulang lagi,” tandas Wasista. (adi)








